Ketahui Beda Air Mineral dan Demineral Sebelum Mengkonsumsinya

//
Home » News » Ketahui Beda Air Mineral dan Demineral Sebelum Mengkonsumsinya

Beda air mineral dan demineral memang perlu Anda ketahui sebelum mengkonsumsinya. Karena tidak semua orang cocok untuk minum air demineral, meskipun banyak yang menganggapnya lebih baik daripada air mineral biasa.

Perlu Anda ketahui, bahwa mineral yang terdapat dalam air, jumlahnya tidaklah sama. Bahkan, komponen mineralnya pun bermacam-macam. Hal ini juga bisa dipengaruhi oleh mesin air demineralisasi.

Beda Air Mineral dan Demineral

Air merupakan komponen utama dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, asupan air ini sangatlah penting bagi tubuh. Tanpa adanya air, maka tubuh tidak akan bisa melakukan proses metabolisme dengan baik. Untuk lebih memahami apa beda air mineral dan demineral, simak penjelasan berikut ini:

1. Air Demineral

Air demineral merupakan air yang didapatkan dari proses pemurnian, seperti destilasi, deionisasi, dan reverse osmosis.

Selain bisa dikonsumsi, air demineral ini juga sering digunakan untuk keperluan pada bidang industri dan ilmiah. Dalam kegiatan sehari-hari, penggunaan air demineral ini banyak digunakan untuk menghilangkan limescale pada besi setrika.

Perlu Anda ketahui, produksi air demineral ini terjadi melalui tiga tahapan, yakni:

A. Deionisasi

Bagi Anda yang ingin menyediakan air demineral dalam jumlah yang besar, maka cara deionisasi ini bisa Anda pilih. Biasanya, cara ini dipilih untuk memenuhi kebutuhan industri.

Dari proses pertukaran ion yang terjadi, sebagian besar mineral dalam airnya akan hilang. Namun, proses ini tidak akan menghilangkan virus, bakteri, hingga elemen organik dalam airnya.

Perlu Anda ketahui, bahwa proses deionisasi ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Tujuannya adalah untuk bisa mendapatkan air murni yang berkualitas. Nah, berikut ini adalah proses deionisasi yang menjadi salah satu beda air mineral dan demineral.

  • Melalui proses pertukaran ion.
  • Dari proses deionisasi elektrik.
  • Melalui membran filtrasi.

B. Distilasi

Proses destilasi adalah proses memanaskan air hingga menguap. Uap air ini nantinya akan ditampung dan didinginkan hingga kembali menjadi air.

Melalui proses penguapan dan pengembunan ini, maka mineral, bakteri, protozoa, dan garam yang ada dalam air pun akan hilang. Dengan begitu, maka air pun akan menjadi murni.

Proses ini juga bisa menghilangkan berbagai zat kimia yang terdapat dalam air, seperti halnya elemen organik dan klorin.

C. Reverse Osmosis

Proses yang menjadi salah satu beda air mineral dan demineral adalah reverse osmosis. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling umum dalam memproduksi air demineral, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.

Sistem penyaringan ini menggunakan proses osmosis alami. Proses ini dilakukan untuk menghasilkan air yang sudah disaring hingga bersih.

Dalam proses reverse osmosis ini, maka air akan mengalir melalui membran polimerik. Perlu Anda ketahui, proses ini sama halnya ketika tanaman menyerap air dari dalam tanah.

Reverse osmosis ini akan mendorong air yang masih mengandung banyak zat, terlarut melalui membran polimerik. Dengan begitu, proses ini akan mengurangi sebagian besar zat tertentu yang ada dalam air.

Cara ini sangat efektif dalam menghasilkan air murni yang bebas dari klorin, mineral, garam, dan zat terlarut lainnya. Termasuk juga bebas dari elemen organik yang menyebabkan air menjadi bau dan berasa.

2. Air Mineral

Beda air mineral dan demineral terlihat dari kandungannya. Air mineral mengandung berbagai mineral, antara lain natrium, magnesium, kalsium, dan selenium.

Melansir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), air mineral merupakan air minum yang didapatkan secara langsung dari sumber alami. Air mineral bisa Anda dapatkan dari proses yang terkendali.

Air mineral ini bersumber dari mata air alami bawah tanah. Faktanya, tidak semua sumber air bisa menghasilkan air mineral. Jadi, air mineral ini hanya bisa Anda dapatkan dari sumber air yang ada pada daerah yang kaya akan mineral.

Manfaat Air Mineral dan Demineral

Beda air mineral dan demineral juga bisa Anda lihat dari manfaatnya. Bagi Anda yang penasaran, berikut ini adalah manfaat dari air mineral dan demineral yang perlu Anda ketahui.

A. Manfaat Air Mineral

Perlu Anda ketahui, bahwa tubuh manusia tidak bisa memproduksi mineral. Oleh karena itu, Anda pun hanya bisa mendapatkan mineral ini dari luar tubuh. Salah satu caranya yaitu dengan mengkonsumsi air mineral.

Kandungan mineral dari dalam air ini sangatlah penting untuk membantu fungsi kerja pada beberapa bagian tubuh. Jadi, air mineral ini bisa Anda dapatkan dari sumber air yang kaya mineral atau air yang bisa Anda tambahkan dengan mineral.

Air mineral ini juga sangat baik dikonsumsi, karena air mineral mengandung sejumlah mineral, seperti halnya kalsium dan magnesium. Untuk kadarnya sendiri bahkan bisa mencapai empat kali dari air biasa.

Kandungan magnesium ini berfungsi untuk mencegah penyakit jantung dan gangguan saraf. Sementara kalsium berfungsi untuk membentuk dan menjaga kesehatan tulang.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah manfaat air mineral bagi tubuh Anda:

  • Menurunkan berat badan.
  • Meningkatkan kesehatan tulang.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Bisa menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL).
  • Menyehatkan sistem pencernaan.
  • Menjaga kinerja otot.
  • Mengurangi resiko batu ginjal.
  • Menjaga keseimbangan elektrolit.
  • Bisa menjaga kecantikan kulit.

B. Manfaat Air Demineral

Air demineral merupakan air yang tidak mengandung mineral. Hal inilah yang menjadi salah satu beda air mineral dan demineral yang perlu Anda ketahui.

Jenis air ini bisa Anda dapatkan melalui proses pemurnian, seperti halnya deionisasi (menetralisir ion positif dan negatif), destilasi (pemisahan zat kimia), dan terakhir adalah reverse osmosis (pemurnian).

Perlu Anda ketahui, bahwa tubuh manusia membutuhkan mineral organik yang bisa Anda dapatkan dari sayuran, buah, maupun daging. Sementara untuk mineralnya sendiri adalah mineral organik yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Mineral jenis ini tentunya akan membuat sel tubuh bekerja lebih berat. Pasalnya, jika Anda minum air yang tidak mengandung mineral, maka akan lebih bermanfaat untuk kesehatan.

Dr. Allan E. Bani melalui bukunya yang berjudul Youth Water and Your Health mengatakan bahwa mengkonsumsi air non mineral atau air demineral ini tidak berpengaruh terhadap kesehatan. Melainkan, air demineral ini malah memiliki manfaat ganda.

Hal ini karena memang air demineral tidak menambah kadar mineral organik yang ada dalam jaringan tubuh. Malahan, air demineral ini bisa membantu membersihkan mineral anorganik yang ada dalam tubuh.

Sudah Tahu Beda Air Mineral dan Demineral?

Beda air mineral dan demineral memang cukup signifikan. Tentunya, Anda sudah memahami air mana yang lebih baik untuk dikonsumsi. Pasalnya, pemilihan air minum ini akan didasarkan pada kebutuhan tubuh Anda. Jadi, jangan sampai salah pilih dan sebaiknya konsultasikan kepada dokter Anda.