Proses Desalinasi Air Laut Menjadi Air Tawar hingga Aman Dikonsumsi

//
Home » News » Proses Desalinasi Air Laut Menjadi Air Tawar hingga Aman Dikonsumsi

Desalinasi air laut menjadi air tawar merupakan salah satu metode penyulingan untuk mendapatkan air tawar yang aman. Nah, salah satu metode yang paling umum adalah menggunakan teknologi seawater reverse osmosis.

Pada proses desalinasi air laut jadi air tawar ini, nantinya akan mengurangi kadar garam pada air laut. Yang semula antara 10.000 hingga 36.000 ppm, menjadi kurang dari 500 ppm. Bagi Anda yang penasaran bagaimana prosesnya, simak saja penjelasannya pada artikel berikut ini!

Proses Desalinasi Air Laut Menjadi Air Tawar

Desalinasi air laut ini merupakan salah satu solusi bagi para perusahaan offshore yang tidak memiliki sumber air tawar untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya.

Pengolahan air bersih ini bisa terjadi karena memanfaatkan teknologi terkini untuk mengubah air asin menjadi air tawar yang aman untuk tubuh dan kesehatan.

Meskipun begitu, memang masih ada banyak sekali orang yang belum mengetahui bagaimana proses desalinasi air laut ini.

Jadi, awalnya sejumlah air dengan kapasitas besar yang ada pada pembangkit listrik thermal ini berasal dari air laut. Tujuannya adalah agar air laut tersebut bisa masuk ke dalam standar baku dari pembangkit listrik tersebut.

Nah, untuk bisa masuk dalam standar baku ini, maka air laut tersebut perlu Anda ubah terlebih dahulu menjadi air tawar.

Dalam proses produksi energi ini, pembangkit listrik thermal seperti PLTU tentunya akan memerlukan sejumlah air berkapasitas besar untuk diubah menjadi uap kering.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui, bahwa desalinasi air laut menjadi air tawar yang masuk ke sistem pembangkit listrik akan memerlukan persyaratan khusus. Salah satunya adalah bebas dari mineral atau air demin/makeup water.

Air demin ini sendiri memiliki standar nilai konduktivitas, PH, dan TDS yang sudah berijin. Nah, untuk bisa menghasilkan air yang bebas mineral, tentu perlu sistem pengolahan air yang baik atau water treatment plant (WTP).

Water treatment plant (WTP) ini sendiri merupakan proses pengolahan air mulai dari pre-treatment, kemudian desalination dan terakhir demineralization. Berikut penjelasan singkatnya:

  • Pada umumnya, air berkapasitas besar ini berasal dari air laut.
  • Agar air laut tersebut masuk dalam standar baku pembangkit listrik, maka air laut tersebut perlu Anda ubah menjadi air tawar terlebih dahulu.
  • Pengubahan dari air laut menjadi air tawar ini menggunakan media desalination plant.
  • Fungsi dari desalination plant sendiri adalah untuk memproduksi air tawar dengan menggunakan air laut.
  • Air laut ini sendiri berperan sebagai pendingin sekaligus bahan baku dari proses desalinasi tersebut.

Cara Kerja Desalinasi Air Laut Menjadi Air Tawar

Perlu Anda ketahui, bahwa pada dasarnya desalinasi air laut menjadi air tawar ini merupakan proses untuk menghilangkan kadar garam berlebih yang terkandung dalam air.

Dengan proses ini, maka hasil akhir airnya tersebut pun bisa dan aman untuk dikonsumsi. Jadi, cara kerja dari desalinasi air laut ini bertumpu pada penyaringan dengan menggunakan metode khusus.

Sebelum adanya teknologi penyaringan ini, metode vacuum distillation ini sudah lebih dulu populer. Pada prinsipnya, metode ini memanfaatkan peralatan untuk memanaskan air laut yang bisa menghasilkan uap air.

Setelah itu, uap air yang terkumpul ini harus Anda kondensasi untuk bisa menghasilkan air yang lebih aman untuk dikonsumsi. Akan tetapi, metode ini sudah tidak efektif, karena memakan biaya operasional yang cukup mahal. Oleh karena itu, adanya metode penyaringan ini menjadi solusi terbaik.

Teknologi Desalinasi Air Laut Menjadi Air Tawar

Saat ini, terdapat 3 jenis teknologi desalinasi air laut yang banyak digunakan, yakni teknologi membran reverse osmosis, teknologi multi stage flash, dan terakhir adalah multi effect distillation. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis teknologi desalinasi:

1. Multi Stage Flash (MSF)

Dalam prosesnya, air laut akan disalurkan ke dalam vessel yang dinamakan brine heater untuk kemudian dipanaskan. Nah, proses pemanasan ini sendiri adalah dengan cara menyemprotkan uap panas ke luar dari turbine pada pembangkit listriknya.

Air laut yang sudah dipanaskan ini akan dialirkan ke vessel yang dinamakan dengan stage. Pada stage desalinasi air laut menjadi air tawar, maka tekanannya menjadi lebih rendah dari stadium sebelumnya.

Perubahan tekanan inilah yang menyebabkan air laut yang masuk menjadi mendidih secara mendadak, kemudian menyebabkan terjadinya uap air.

Proses ini akan terus berlanjut pada stage berikutnya, hingga air menjadi dingin dan tidak menghasilkan uap lagi. Uap air yang berasal dari hasil flashing ini dikondensasi pada tabung yang ada pada setiap stage.

Nah, tabung ini berfungsi sebagai alat untuk mengalirkan air laut agar bisa masuk ke brine heater. Pada proses kondensasi ini juga akan menghangatkan air laut, sehingga jumlah dari energi dari brine heater pun menjadi lebih kecil.

2. Multi Effect Distillation (MED)

Pada teknologi desalinasi jenis MED ini menggunakan prinsip evaporasi dan kondensasi. Cara kerjanya adalah dengan cara menyemprotkan air laut masukan pada permukaan evaporatornya.

Permukaan dari evaporator ini biasanya berbentuk tabung yang berlapis film tipis. Fungsinya adalah untuk mempercepat pendidihan dan penguapan.

Proses penguapan pertamanya terjadi dengan menggunakan uap panas yang berasal dari buangan pembangkit listrik dan keluar dari turbin.

Uap inilah yang akan memberikan panas untuk proses desalinasi air laut menjadi air tawar, sekaligus agar bisa terkondensasi menjadi air. Nantinya, air inilah yang akan kembali ke boiler pada pembangkit listrik.

Uap yang dihasilkan pada proses terakhir akan dikondensasikan pada heat exchanger terpisah atau final condenser.

3. Membran Reverse Osmosis (RO)

Membran secara umum merupakan lapisan tipis semipermeabel yang berfungsi sebagai alat pemisah berdasarkan pada sifat fisiknya.

Hasil dari pemisahan ini disebut juga dengan konsentrate dan permeate. Proses pemisahan ini bisa terjadi karena adanya gaya dorong.

Pada membrane reverse osmosis ini, akan membuat air laut mendapatkan tekanan. Tujuannya adalah agar air tawar yang terkandung dalam air laut bisa keluar dari membrane.

Salah satu bagian dari instalasi RO adalah mesin ro air payau. Selain itu, ada juga instalasi RO yang berbentuk suatu belanja tekan silindris yang berisikan serat fibre yang bagian dalamnya berlubang.

Air umpan ini pun akan masuk ke bagian dalam lubang halus fibre. Akibat adanya tekanan, maka air tawar pun akan keluar menembus membrane menjadi produk air tawar. Sementara sisanya akan keluar melalui throttle valve.

Sudah Paham Proses Desalinasi Air Laut menjadi Air Tawar?

Perlu Anda ketahui, bahwa untuk menghasilkan air yang aman, maka perlu proses desalinasi air laut menjadi air tawar terlebih dahulu. Apabila Anda tertarik memasang instalasi desalinasi untuk kebutuhan industri. Maka Anda harus bisa memilih perusahaan yang menyediakan jasa pemasangan reverse osmosis terbaik.