Fungsi Ultrafiltrasi untuk Menghasilkan Air Super Jernih

//
Home » News » Fungsi Ultrafiltrasi untuk Menghasilkan Air Super Jernih

Tidak ada satu pun manusia di muka bumi yang dapat hidup tanpa air bersih. Masalahnya yaitu sumber-sumber air yang orang-orang gunakan belum tentu bebas dari partikel berbahaya.

Inilah kesempatan di mana ilmuwan mengembangkan alat filtrasi air, baca selengkapnya pada penjelasan dibawah ini.

Apa Itu Proses Ultrafiltrasi?

Sebelum Anda mempelajari macam-macam fungsi ultrafiltrasi, Anda harus tahu dulu pengertian, tipe-tipe, dan keunggulannya.

Secara sederhana, filtrasi ialah sebuah aktivitas menyaring partikel-partikel dari dalam air. Melalui kegiatan penyaringan, air akan menjadi bersih dan dapat manusia gunakan dengan aman.

Sementara itu, ultrafiltrasi adalah proses penyaringan air yang intensif dengan bantuan alat membran khusus. Membran ini memiliki pori-pori penyaringan yang ukurannya antara 0,1 mikron hingga 0,002 mikron. Pori-pori tersebut lebih besar dan lebih padat ketimbang membran pada penyaring air biasa. (sumber: Waterpedia)

Alat-alat penyaring air sebenarnya bukan hal baru dalam bidang penyediaan air bersih. Namun, mengapa sistem ini lebih utama? Ada beberapa tujuan penting dalam menerapkan sistem penyaringan modern ini, yaitu:

  • Menurunkan tingkat kekeruhan pada air supaya air menjadi lebih jernih dan layak konsumsi.
  • Melenyapkan mikroorganisme yang membawa penyakit dari air demi menjaga kualitas dan keamanannya.
  • Mengolah macam-macam air limbah dengan aman dan efisien, terutama limbah kimia dan limbah organik.
  • Mengurangi penggunaan zat kimia dalam aktivitas pengolahan air seperti zat klorin yang dapat memengaruhi rasa dan aroma air.

Cara Kerja Sistem Penyaring Ini

Pada dasarnya, tujuan maupun fungsi ultrafiltrasi ada banyak ragamnya. Lantas, bagaimana cara alat penyaring ini bekerja? Di bawah ini ada sedikit penjelasan mengenai cara membran penyaring tersebut mengolah air agar menghasilkan air bersih dan jernih untuk orang-orang.

Prinsip utama dari proses penyaringan air ini yaitu memisahkan molekul air (H2O) dari molekul lain yang bukan air, contohnya bakteri. Karena molekul air ukurannya antara 0,2 sampai 0,3 mikron, dia dapat menembus membran penyaring tersebut. Molekul lain yang lebih besar daripada 0,5 mikron akan tertahan oleh membran.

Ada pula komponen lain yang bekerja sama dengan membran ultrafiltrasi, yaitu Mesin RO atau reverse osmosis. Mesin ini memiliki tugas mengatur kecepatan, tekanan, dan temperatur air pada saat proses pengolahan. Selain itu, dia juga mempunyai media penyaring tambahan selain membran filtrasi itu.

Air baku yang masuk ke dalam mesin reverse osmosis akan mengalir melalui penyaring yang menjalankan fungsi ultrafiltrasi. Kemudian, air tersebut masuk ke dalam mesin RO untuk menjalani pengolahan lanjutan. Sementara itu, kotorannya akan dialihkan ke tangki penampungan limbah.

Ada dua jenis metode penyaringan yang dapat mesin RO gunakan. Metode tersebut adalah pola dead-end (menahan kotoran agar tak mengikuti air) dan cross-flow (memisahkan aliran air dari kotoran). Setelah itu, air akan diteruskan hingga masuk ke tangki backwash untuk mendapat penjernihan lebih lanjut.

Begitu air itu sudah menjalani proses penjernihan akhir, barulah air tersebut layak untuk warga biasa maupun industri gunakan.

Sebagai catatan, satu mesin RO tersebut hanya dapat memproduksi kurang lebih 50 hingga 200 galon air. Oleh karena itu, perlu lebih banyak mesin RO untuk mengolah air baku dalam jumlah besar.

Fungsi Ultrafiltrasi dalam Mengolah Air

Setelah Anda membaca pengertian dan kelebihan dari proses ultrafiltrasi, kini waktunya Anda mengetahui tujuan kegiatan penyaringan ini. Mengingat partikel kotoran yang bertebaran dan mengendap dalam air ada banyak jumlahnya, fungsi ultrafiltrasi yang paling utama ialah sebagai berikut:

1. Memproduksi Sumber Air yang Sangat Jernih

Fungsi ultrafiltrasi yang pertama adalah mengolah air keruh demi memproduksi air bersih yang aman dan sehat untuk orang-orang. Cara kerja membran penyaringnya melibatkan penyaluran air bertekanan rendah supaya membran penyaring dapat menangkap partikel kotoran dengan efisien.

Akan lebih baik lagi jika membran penyaring tersebut mendapat tambahan saringan berupa pasir atau lembaran karbon. Alhasil, tingkat kejernihan air yang dia hasilkan bisa lebih tinggi lagi, serta mikroorganisme pembawa penyakit dapat Anda hilangkan dari air tersebut sepenuhnya.

2. Membersihkan Air dari Kotoran yang Menggenang

Partikel tanah, lumpur, dan debu yang mengendap dalam air dapat menurunkan kualitas air sehingga tidak layak pakai. Membran penyaring dalam alat ini sanggup membersihkan kotoran-kotoran tersebut supaya air menjadi layak pakai. Semakin padat membrannya, semakin banyak pula kotoran yang tersaring.

Bahan-bahan yang cocok sebagai membran ultrafiltrasi ialah polyvinyl klorida, polisulfon, polieterimida, dan polypropylene. Material tersebut bersifat fleksibel serta dapat menyaring segala jenis kotoran. Tentu saja, mereka membutuhkan perawatan berkala agar bisa bekerja dengan benar. (Mapurna)

3. Menghilangkan Partikel Berbahaya yang Mengancam Kesehatan

Tahukah Anda jika dalam segelas air yang belum disaring, terdapat segala macam bakteri yang membawa penyakit? Betul, contohnya saja ialah E. coli, Salmonella, Rotifera, dan Pyrogens yang suka berkembang biak dalam air yang keruh dan kotor. Jika sudah begini, Anda akan membutuhkan alat penyaring yang canggih.

Untungnya, melalui sistem penyaringan cross-flow dan dead-end dengan bantuan pori-pori yang anti zat kimia, fungsi ultrafiltrasi ini dapat terpenuhi. Sistem ini juga tidak melibatkan penggunaan zat kimia semisal klorin sehingga air yang dia hasilkan tidak memiliki bau dan rasa menyengat.

Fungsi Ultrafiltrasi dalam Melestarikan Lingkungan

Proses penyaringan yang intensif ini tidak hanya untuk menciptakan air jernih bagi manusia saja, melainkan juga untuk membersihkan alam sekitarnya. Apakah Anda tahu beberapa kegunaan ultrafiltrasi yang bermanfaat untuk lingkungan hidup? Di bawah ini Anda akan menemukan jawabannya.

A. Membersihkan Sumber Air Bersih di Alam

Pencemaran sumber air bersih, baik di sungai maupun di danau, sudah lama diwanti-wanti oleh kalangan peneliti dan pegiat lingkungan hidup. Betapa tidak, tanpa adanya akses air bersih yang aman, sehat, dan terjangkau, masyarakat tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Inilah letak fungsi ultrafiltrasi yang paling utama, yaitu membantu melestarikan sumber-sumber air yang vital bagi kehidupan. Semua komponen dalam alat tersebut, mulai dari membran, pipa, tabung, hingga mesin RO, berperan penting dalam mengolah air hingga jernih.

B. Menyediakan Akses Air Bersih yang Terjangkau Bagi Masyarakat

Ingat, air kotor tidak boleh manusia pakai dalam bentuk apapun, sebab dia dapat menyebarkan penyakit yang mematikan dan merugikan warga sekitar. Oleh karena itu, akses air bersih merupakan aspek yang sangat vital demi menunjang kehidupan masyarakat yang sehat dan aman dari bahaya.

Air yang jernih akan membuat para penggunanya lebih terhindar dari risiko berbagai penyakit. Maka dari itu, pentingnya melakukan proses penyaringan yang bebas dari zat kimia demi mencegah kontaminasi terhadap air hasil olahan. Jadi, orang-orang tidak perlu lagi mengeluarkan uang terlalu banyak demi membeli air bersih.

Sudah Mengerti Fungsi Ultrafiltrasi dalam Mengolah Air?

Itulah pembahasan tentang teknologi penyaringan air demi menciptakan sumber air jernih bagi masyarakat luas. Karena belum tentu alat penyaring air ini tersedia di mana-mana, janganlah Anda hamburkan air bersih yang Anda miliki sekarang.