IPAL Komunal: Sistem Pengolahan Limbah Domestik atau Rumah Tangga

//
Home » News » IPAL Komunal: Sistem Pengolahan Limbah Domestik atau Rumah Tangga

IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal merupakan salah satu jenis pengolahan air limbah yang penting untuk masyarakat terapkan. Penggunaannya sangat krusial untuk menjaga lingkungan supaya tidak tercemar air limbah yang dapat mendatangkan bahaya.

Oleh karena itu, pada artikel ini Anda akan mengetahui pengertian, manfaat penggunaan, contoh penggunaan, dan proses pengolahan air limbah menggunakan sistem tersebut. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Apa itu IPAL Komunal?

Instalasi pengolahan air limbah adalah struktur sistem yang sengaja dibuat untuk tempat mengolah limbah organik atau anorganik cair. Setelah pengolahan, limbah tersebut tidak akan membahayakan atau mencemari lingkungan.

Pada dasarnya, IPAL merupakan sarana yang berfungsi untuk mengolah limbah cair. Contohnya, limbah toilet, air kamar mandi, air cuci, limbah tinja dari WC, dan sebagainya.

Sementara itu, IPAL komunal merupakan sistem pengolahan limbah yang umumnya berupa tangki pengumpul limbah untuk menampung limbah di suatu lokasi secara bersama-sama.

Misalnya, suatu sistem IPAL berguna untuk mengolah limbah komplek perumahan. Jadi, limbah yang berasal dari rumah tangga akan diproses oleh jenis IPAL tersebut, seperti air limbah dapur, air kakus, dan lainnya.

Kesimpulannya, instalasi pengolahan air limbah komunal adalah tempat yang berfungsi untuk mengolah limbah rumah tangga dengan lokasi terpusat demi kepentingan umum.

Manfaat Penggunaan IPAL Komunal

Berikut ini manfaat menggunakan IPAL komunal yang akan Anda dapatkan, yaitu:

1. Limbah Tidak Mencemari Lingkungan

Instalasi pengolahan air limbah komunal merupakan bangunan yang berfungsi untuk memproses cairan limbah supaya lebih aman saat Anda buang ke lingkungan atau sesuai dengan standar mutu lingkungan.

Dengan demikian, hasil limbah rumah tangga tidak akan mencemari lingkungan, misalnya sungai. Jika sungai tercemar, bisa saja akan mempengaruhi pengolahan air bersih yang berdampak pada kualitas air di lingkungan sekitar.

Jadi, jika Anda menggunakan IPAL, maka dapat membantu menjaga keasrian lingkungan tanpa mencemarinya.

2. Mendukung Keberlangsungan Makhluk Hidup

Manfaat yang kedua yaitu Anda dapat mendukung keberlangsungan makhluk hidup lain. Apabila lingkungan tercemar, tentu akan mengganggu kehidupan ekosistem atau makhluk hidup yang tinggal di sungai atau tempat yang dekat dengan pembuangan limbah.

Jika limbah yang terbuang tidak mengalami pengolahan yang tepat, maka dapat mengancam keberlangsungan hidup mereka.

Namun, dengan menggunakan IPAL komunal, Anda dapat turut serta melindungi ekosistem dan keberlangsungan makhluk hidup yang tinggal di lingkungan sekitar tempat pembuangan limbah.

3. Menciptakan Lingkungan yang Sehat

Lingkungan yang sehat dapat tercipta jika lingkungan tersebut tidak tercemar. Maka dari itu, ketika Anda menggunakan instalasi pengolahan air limbah komunal, maka sudah ikut membantu menciptakan lingkungan yang sehat untuk manusia maupun makhluk hidup lainnya.

Sebab, pengelolaan lingkungan adalah tugas bersama yang meliputi pencegahan, penanggulangan kerusakan, meminimalisir pencemaran, serta pemulihan kualitas lingkungan.

4. Menghemat Sumber Daya Air

Manfaat yang keempat yaitu mampu mengelola limbah cair dengan baik dan membawa dampak positif lain. Berkat adanya sistem IPAL ini, maka dapat membuka peluang adanya peningkatan penerapan teknologi di lingkungan masyarakat dalam hal pengolahan limbah.

Misalnya, masyarakat menggunakan mesin ro untuk menjernihkan air. Berkat mesin tersebut, cairan limbah yang sudah diolah dapat masyarakat gunakan kembali sesuai kebutuhannya. Secara tak langsung, hal tersebut akan menghemat penggunaan sumber daya air.

Contoh Penggunaan IPAL Komunal

IPAL komunal merupakan solusi pengolahan air limbah untuk masyarakat. Sementara itu, instrumen IPAL tersebut terdiri dari unit pengolah limbah, bak kontrol, dan lubang perawatan (jaringan perpipaan), serta sambungan rumah tangga.

Adapun unit pengolahan limbah biasanya ada yang terletak di lokasi pemukiman warga atau ada juga yang terletak jauh dari lokasi warga yang menggunakan IPAL tersebut.

Dalam penggunaannya, instalasi pengolah air limbah komunal tidak hanya Anda terapkan pada wilayah pemukiman saja. Namun, beberapa bangunan lain juga bisa menggunakan IPAL jenis ini.

Contoh penggunaan IPAL komunal misalnya di bangunan perkantoran, rumah susun (rusun), apartemen tinggal, perhotelan, rumah makan, WC umum, serta beberapa bangunan lainnya yang mempunya banyak penghuni.

Oleh karena itu, membuat instalasi pengolahan air limbah komunal penting untuk Anda lakukan sebab dapat menunjang kualitas hidup masyarakat sekitar. Selain itu, limbah domestik atau rumah tangga yang sudah terpapar zat berbahaya jadi bisa teratasi dengan lebih efektif dan efisien.

Proses Sistem Pengolahan Menggunakan IPAL Komunal

Berikut ini 2 jenis sistem pengolahan limbah menggunakan IPAL komunal yang bisa Anda gunakan, yaitu:

1. Sistem Anaerob

Sebelum memutuskan untuk memasang instalasi pengolahan air limbah komunal, Anda bisa memilih sistem yang akan digunakan untuk mengakomodir pengolahan limbah rumah tangga.

Pertama, Anda bisa menggunakan sistem anaerob. Sistem ini merupakan jenis instalasi pengolahan air limbah domestik atau rumah tangga yang memanfaatkan bakteri pengurai anaerob dan gravitasi untuk memproses limbah.

Beberapa dari Anda mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa menggunakan bakteri sebagai pengurai limbah? Ini karena bakteri merupakan mikroorganisme yang paling efektif dalam proses pengolahan limbah secara anaerobic.

2. Sistem Extended Aeration

Di samping sistem anaerob, Anda bisa juga memilih sistem extended aeration untuk mengolah limbah domestik yang dihasilkan yaitu menggunakan sistem bertingkat.

Mula-mula, Anda menggunakan sistem aerob, kemudian dilanjut memberikan oksigen tambahan dengan memasang blower udara.

Tujuan dari pemasangan blower udara tersebut adalah untuk memaksimal kerja bakteri pengurai limbah. Selain itu, sistem ini tidak menghasilkan endapan seperti sistem anaerob.

Nah, Anda bisa memilih di antara kedua sistem tersebut. Namun, perlu Anda ketahui bahwa sistem anaerob harganya lebih terjangkau tetapi membutuhkan perawatan secara berkala.

Sebaliknya, sistem extended aeration cenderung lebih mahal tetapi lebih simpel. Jadi, Anda tidak harus mengeceknya setiap saat. Maka dari itu, pilihlah sesuai kebutuhan agar tidak repot di kemudian hari.

Sudah Lebih Tahu tentang IPAL Komunal?

Demikian pengertian, manfaat, contoh penggunaan, dan proses sistem pengolahan air limbah menggunakan IPAL komunal. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat untuk Anda terutama supaya bisa meminimalisir adanya pencemaran lingkungan dan mendukung keberlangsungan hidup makhluk lain.

Namun demikian, apabila Anda ingin membuat instalasi pengolahan air limbah komunal pilihlah jasa pemasangan yang sudah berpengalaman. Jadi, limbah cair akan dapat terurai dengan baik serta tidak mencemari lingkungan sekitar.