Pengertian dan Tahap Implementasi HACCP Pabrik Air Minum

Home » Mesin Pabrik air minum dalam kemasan AMDK » Pengertian dan Tahap Implementasi HACCP Pabrik Air Minum

Keberadaan air minum dalam kemasan ataupun isi ulang kini sudah menjadi sebuah kebutuhan. Terutama di kota-kota besar yang memiliki mobilitas tinggi dan cukup sulit mendapatkan air bersih dan layak minum. Sementara, penyediaan ini tidak terlepas dari adanya peraturan mengenai HACCP pabrik air minum.

Haccp Perusahaan air minum dalam kemasan

Menurut WHO pada tahun 2011, kualitas air minum bertindak sebagai penentu kesehatan lingkungan, karena air berperan penting bagi kehidupan. Selain itu, air juga dapat mentransmisikan penyakit dalam suatu negara atau bahkan ke seluruh bagian benua yang ada (Agustini, 2017).

Mengenal Arti dan Implementasi HACCP Pabrik Air Minum

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/2010, pengertian air minum yaitu air yang sudah melalui proses pengolahan maupun tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan, serta dapat langsung dikonsumsi (diminum). Lantas, apa hubungan antara HACCP pabrik air minum dengan konsumen?

Pengertian HACCP

Menurut Muhandri dan Kadarisman (2008), HACCP adalah suatu sistem atau piranti yang dimanfaatkan untuk menilai kadar bahaya, serta menetapkan sistem pengendalian yang fokus terhadap tindak pencegahan. Dalam kata lain, HACCP bertindak sebagai penguji, pengendali, serta penjamin bahwa produk dari suatu pabrik air minum memang layak konsumsi.

Hal ini selaras dengan pendapat Andelina dan Prasetyo (2015), jika HACCP pabrik air minum dapat berperan sebagai tindakan preventif yang sangat efektif dalam menjamin keamanan pangan (dalam hal ini air minum). Dan untuk mendapatkan izin tersebut, pabrik air minum harus memenuhi syarat dan standar tertentu.

Implementasi HACCP Perusahaan atau Pabrik Air Minum

Pada dasarnya, HACCP atau Hazard Analysis and Critical Control Point merupakan langkah penjaminan mutu yang berlandaskan pada metode ilmiah. Sementara menurut Codex, implementasi HACCP pabrik air minum dilakukan melalui 12 tahapan. Tepatnya, terdiri dari 7 prinsip dasar HACCP dan 5 langkah tambahan. Berikut penjabaran selengkapnya:

Haccp pabrik air minum kemasan

a. Pembentukan Tim Khusus HACCP

Tim khusus dibentuk dan ditugaskan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan rencana HACCP pabrik. Oleh karena itu, tim yang terdiri dari 3 sampai 5 orang ini harus memiliki latar belakang yang mumpuni dalam bidangnya. Adapun tugas dari tim tersebut, yaitu:

  • Menetapkan ruang lingkup HACCP.
  • Mengidentifikasi hazard atau risiko dalam bahaya.
  • Menetapkan tingkat severity (keakutan), serta risiko.
  • Menetapkan CCP serta merekomendasikan cara penanganan atau pengendaliannya.
  • Merekomendasikan tindak koreksi secara cepat dan tepat saat terjadi penyimpangan.
  • Melakukan penelitian maupun investigasi yang berkaitan terhadap rencana HACCP.

b. Diskripsi Produk

Setelah memahami tugas pokoknya, tim HACCP harus menyiapkan deskripsi produk. Pada pabrik air minum, diskripsi produk terdiri dari nama, spesifikasi, sifat dan ukuran kemasan, daya tahan, serta metode pendistribusian produk.

Selain deskripsi pada air siap minum, informasi terkait bahan baku juga penting untuk dilampirkan. Adapun deskripsi yang dicantumkan adalah kondisi sumber air, metode pengangkutan, perlakuan, presentase, dan lain-lain. 

c. Identifikasi Penggunaan Produk

Adapun tujuan proses identifikasi penggunaan produk, yaitu untuk memberikan informasi kepada konsumen mengenai batas konsumsi. Salah satunya yaitu tentang keamanan produk untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Pada pabrik air minum identifikasi ini juga harus dilakukan, karena produk tersebut dikonsumsi oleh semua kalangan.

d. Penyusunan Diagram Alir

Diagram alir adalah rangkaian proses serta teknis dalam kegiatan operasional produksi, mulai dari bahan baku hingga menjadi air siap minum. Tim harus melakukan pertimbangan setiap tahapan secara matang, teliti, dan sesuai dengan gambaran yang ada. Pada HACCP pabrik air minum, diagram alir ini harus memuat:

  • Pengambilan atau pendistribusian bahan baku dari sumber mata air.
  • Kegiatan atau proses pengolahan air.
  • Pencucian dan sterilisasi galon atau botol kemasan.
  • Suhu serta waktu yang dibutuhkan untuk produksi.
  • Proses pengemasan air siap minum.

e. Verifikasi Bagan Alir

Diagram yang disusun oleh tim HACCP tidak dapat serta merta digunakan, melainkan harus melalui proses verifikasi dari pihak lapangan. Langkah ini dapat dilakukan melalui proses pengamatan, pengambilan sampel, maupun wawancara. Tujuan dari proses ini yaitu untuk kroscek ulang antara tim HACCP dengan petugas lapangan.

f. Prinsip 1: Identifikasi Bahaya

Tak hanya mengancam kesehatan, keberadaan bahaya juga akan sangat memengaruhi kepuasan konsumen. Oleh karena itu, perlu adanya identifikasi dan analisis hazard, meliputi bahaya kimia, bahaya fisik, serta biologis. Artinya, air tersebut harus memenuhi syarat sebagai air minum seperti ketentuan pemerintah, mulai dari bahan baku hingga siap minum.

Haccp pabrik amdk

g.  Prinsip 2: Penentuan CCP

Penentuan CCP atau critical control point merupakan langkah lanjutan dari identifikasi bahaya. Pada pabrik air minum, tahapan ini dibagi ke dalam tiga sesi, yaitu proses pengolahan, proses pencucian galon atau botol, serta pengemasan. Dalam setiap sesi harus benar-benar lolos dari uji coba dan bersih dari kandungan berbahaya.

h. Prinsip 3: Penetapan Batas Limit Setiap CCP

Batas limit ditetapkan berdasarkan referensi serta standar, baik teknis maupun observasi yang diterapkan oleh tim produksi. Adapun fungsi dari batas limit yaitu sebagai parameter serta toleransi sejauh mana bahaya itu dapat dikendalikan. Oleh karena itu, batas ini tidak boleh di langgar bagaimana pun keadaannya. Sebab, kesehatan dan nyawa seseorang akan menjadi taruhan.

i. Prinsip 4: Penetapan Sistem Monitoring

Monitoring merupakan suatu kegiatan untuk mengawasi dan memastikan agar batas limit setiap CCP dipatuhi dengan baik. Langkah ini dapat dilakukan melalui lima cara, yaitu observasi visual, evaluasi sensori, serta pengujian fisik, kimia, dan mikrobiologi air. Selain cara tersebut, tim HACCP juga dapat memenuhi unsur 5w1h (who, where, when, why, what, how).

j. Prinsip 5: Penetapan Tindak Koreksi

Tindak koreksi hanya diterapkan saat bata limit tersebut tidak terpenuhi atau dilanggar. Tindakan ini harus segera diambil, meski dengan cara yang berbeda-beda. Sebab, tindak koreksi dilakukan berdasarkan jenis CCP yang dilanggar serta risiko akibat kesalahan tersebut.

Semakin tinggi risikonya, maka tindakan harus segera dilakukan. Oleh karena itu, tim HACCP harus mempersiapkan langkah antisipasi di awal, agar dapat segera bertindak begitu terjadi kesalahan. Misal, air yang tiba-tiba tidak lagi bening, maka harus segera dicek pada bagian penyaringan atau filter air.

k. Prinsip 6: Penyusunan Prosedur Verifikasi

Verifikasi adalah suatu prosedur pengidentifikasian mengenai semua langkah HACCP yang sudah diterapkan apakah sudah sesuai atau belum. Proses ini terdiri dari dua macam, yaitu:

  • Verifikasi internal, yaitu proses verifikasi yang dilakukan sendiri oleh pihak pabrik atau pemilik. Proses ini dapat diterapkan dalam sistem harian maupun berkala.
  • Verifikasi eksternal, yaitu proses verifikasi yang dilakukan oleh pihak luar atau supervisor dari lembaga sertifikasi yang ditunjuk.

l. Prinsip 7: Pencatatan dan Dokumentasi

Langkah terakhir dari HACCP pabrik air minum adalah pencatatan atau dokumentasi. Proses pencatatan tersebut harus disusun secara terstruktur dengan baik dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sebab, data tersebut berfungsi sebagai:

  • Bukti atas keamanan air minum.
  • Jaminan atas pemenuhan aturan pemerintahan.
  • Mempermudah pelacakan serta peninjauan catatan.
  • Sumber tinjauan data, seandainya ada audit yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Demikian sedikit ulasan mengenai pengertian serta implementasi HACCP pabrik air minum. Semoga dapat memberikan manfaat bagi para pengusaha air minum. Pasalnya, sistem HACCP ini mulai diterapkan di seluruh dunia. Jika ingin bersaing dalam kancah nasional dan internasional, maka pastikan mutu air minum Anda.

Baca Juga :

  1. Penjelasan Pabrik air minum dalam Kemasan secara umum.
  2. Strategi branding & Brand Awareness Perusahaan Amdk.
  3. Investasi / modal usaha untuk membangun pabrik amdk.
  4. Desain ruangan pabrik air minum amdk.
  5. Standar design GMP (Good Manufacturing Practice) dan CPPOB dalam Food Industri Air minum dalam kemasan.
  6. Penjelasan dan Penerapan ISO pada perusahaan air minum.
  7. Penerapan OHSAS untuk kesehatan dan keselamatan kerja Karyawan.
  8. Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis ( HACCP ) Perusahaan Air minum
  9. Perilaku dan Budaya konsumen dalam membeli air minum kemasan.
  10. Strategi pemasaran air minum kemasan.
  11. Pentingnya Analisis pesaing air minum kemasan.
  12. Cara membuat studi kelayakan bisnis air kemasan.
  13. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola manajemen pabrik amdk.
  14. Apa penyebab pabrik air minum bangkrut ? Kenali penyebabnya.
  15. Biaya produksi air minum kemasan gelas, botol dan gallon.
  16. Izin usaha pabrik air minum kemasan.
  17. Jenis-jenis air minum kemasan.
  18. Kualitas sumber air kemasan.
  19. Cara menentukan lokasi pabrik air minum yang ideal
  20. Target pangsa pasar air minum kemasan.
  21. Peralatan laboraturium pabrik air kemasan.
  22. Proposal bisnis usaha air minum kemasan.
  23. Dokument UKL UPL Perusahaan Air minum kemasan.