Penerapan GMP (Good Manufacturing Practice) atau CPPOB (Cara produksi pangan olahan yang Baik) pada Pabrik AMDK.

Home » Mesin Pabrik air minum dalam kemasan AMDK » Penerapan GMP (Good Manufacturing Practice) atau CPPOB (Cara produksi pangan olahan yang Baik) pada Pabrik AMDK.

Air minum dalam kemasan atau yang biasa disebut AMDK adalah air minum siap konsumsi tanpa melalui proses pemasakan terlebih dahulu. Dewasa ini, produk tersebut sangat mudah ditemui dalam berbagai merek dan kemasan. Namun, sebelum beredar, GMP (Good Manufacturing Practice) pabrik AMDK harus dipenuhi terlebih dahulu. GMP sering juga di sebut sebagai CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik)

GMP Good Manufacturing Practice Pabrik AMDK

Pasalnya, air minum dalam kemasan merupakan salah satu produk yang dikonsumsi oleh semua usia. Terutama di daerah perkotaan, AMDK termasuk kebutuhan pokok yang masuk ke dalam daftar belanja rutin rumah tangga. Satu kesalahan saja dapat berakibat fatal bagi lingkungan dan konsumen.

Aspek-aspek GMP (Good Manufacturing Practice) / CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) Pada Pabrik AMDK

Menurut edaran dari Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, AMDK diproses dengan melalui 3 tahapan, yaitu penyaringan, disinfeksi, serta pengisian. Proses penyaringan bertujuan untuk menghilangkan partikel kimia dan padat yang ada di dalam air.

Proses disinfeksi bertujuan untuk menghilangkan bakteri serta patogen dalam air. Sementara proses pengisian bertujuan untuk memindahkan air dari pengolahan ke dalam kemasan. Di dalam ketiga proses tersebut harus memenuhi standar GMP (Good Manufacturing Practice) pabrik AMDK.

Pengertian GMP (Good Manufacturing Practice) pabrik AMDK.

Menurut Bhiaztika dan Hidayati (2012), Good Manufacturing Practice atau GMP adalah tata cara melaksanakan kegiatan produksi yang baik, meliputi proses pelaksanaan, pengendalian, serta pengawasan. Dalam tahap tersebut, pengolahan merupakan letak masalah paling krusial. Sebab, sanitasi pekerja serta peralatan menjadi faktor penting untuk menghasilkan produk yang layak konsumsi.

Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan peraturan mengenai GMP (Good Manufacturing Practice) pabrik AMDK yang harus dilaksanakan. Hal ini merupakan langkah paling tepat untuk melindungi dan meminimalisir kerugian pada konsumen, baik kerugian waktu, biaya, maupun kesehatan.

Beberapa Hal mengenai CPPOB (Cara Produksi Pangan olahan yang Baik)

Cara Pengajuan CPPOB
Cara Pengajuan CPPOB
Alur Sertifikasi CPPOB
Alur Sertifikasi CPPOB
Alur Audit Sertifikasi CPPOB
Alur Audit Sertifikasi CPPOB
Kategori Pemeriksaan pada sertifikasi CPPOB
Kategori Pemeriksaan pada sertifikasi CPPOB
Biaya Layanan Sertifikasi GMP Pabrik amdk atau CPPOB
Biaya Layanan Sertifikasi CPPOB

Aspek-aspek GMP pada Pabrik Air Minum

Tak hanya pihak konsumen, penerapan GMP (Good Manufacturing Practice) pabrik AMDK / CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Benar) juga akan menguntungkan produsen atau pemilik pabrik. Selain meningkatkan kepercayaan, GMP juga akan memberikan image positif hingga peningkatan penjualan. Berikut beberapa aspek yang harus dipenuhi pabrik air minum untuk memenuhi standar GMP dari pemerintah:

a. Lokasi pabrik air minum sesuai GMP

Lokasi merupakan letak pembangunan pabrik yang menjadi tempat pengolahan air baku menjadi siap minum. Berdasarkan Permenperin, lokasi pabrik air minum harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Tidak berada di lingkungan yang tercemar.
  • Jalan menuju pabrik bebas debu dan genangan air.
  • Lingkungan sekitar pabrik harus bersih dari tumpukan sampah.
  • Lingkungan luar pada bagian terbuka tidak untuk kegiatan produksi.

b. Bangunan Pabrik

Sesuai prosedur GMP (Good Manufacturing Practice) pabrik AMDK, bangunan pabrik harus berdasarkan perencanaan sesuai persyaratan hygiene, teknik, serta urutan produksi. Adapun aspek yang harus diperhatikan, yaitu desain, tata letak, serta struktur ruang (atap, dinding, ventilasi, penerangan, dan lain-lain).

Selain memenuhi unsur tersebut, bangunan juga harus dapat menjamin proses produksi berjalan dengan lancar dan tidak tercemar. Baik bahaya yang mengancam fisik air, kimia, serta sifat biologisnya. Tak hanya itu, bangunan juga harus mudah dibersihkan agar kesterilan air minum dapat terus terjaga.

c. Fasilitas Sanitasi dan Hygiene

Adapun yang dimaksud sanitasi, yaitu suatu upaya untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan pabrik, baik bagian dalam maupun luar area kerja. Sementara hygiene merupakan usaha menjaga kesehatan dengan cara memelihara serta melindungi kebersihan subyek (Departemen Kesehatan. 2004).

Pada pabrik air minum, subyek ini adalah seluruh pegawai yang bekerja tanpa memandang bagian tertentu. Hal ini ditujukan agar kualitas air minum tidak tercemar oleh bakteri patogen, mikroba, kotoran, dan lain-lain. Adapun fasilitas sanitasi dan hygiene yang harus disiapkan pada pabrik air minum, yakni:

  • Suplai air untuk keperluan pembersihan peralatan dan kegiatan lain di luar proses produksi (pengolahan air baku menjadi air siap minum).
  • Sarana dan saluran pembuangan limbah.
  • Fasilitas pembersihan dan pencucian peralatan produksi.
  • Toilet dan fasilitas mencuci tangan.
  • Peralatan kebersihan.

d. Pengendalian Hama /  Pest Control

Keberadaan hama dapat menjadi penyebab utama terjadinya pencemaran, baik terhadap air baku maupun air siap minum. Beberapa jenis hama yang perlu diwaspadai, yaitu tikus, serangga, ular, burung, dan lain-lain. Selain menjaga kebersihan, pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara pemberian kasa pada jendela atau peralatan insect killer.

e. Mesin dan Peralatan

Sesuai dengan standar GMP yang ditetapkan oleh pemerintah, mesin dan peralatan pada pabrik air minum harus benar-benar diperhatikan. Selain bersih, beragam peralatan tersebut juga harus bebas karat, korosi, serta kontaminan jenis lain yang membahayakan. Berikut jenis-jenis peralatan yang digunakan pabrik air minum:

  • Tangki atau bak penampungan sementara air baku.
  • Unit pengolahan air atau water treatment yang terdiri dari prefilter, filter karbon aktif, dan mikrofilter.
  • Unit pencuci kemasan atau bottle washer
  • Unit pengisi kemasan atau filling machine
  • Unit penutup kemasan atau capping machine

Mesin-mesin tersebut harus ditata sedemikian rupa, agar proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Selain itu, mesin harus dalam pengawasan dan pemantauan agar tetap sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.

f. Laboratorium

Bagi sebuah pabrik air minum dalam kemasan, keberadaan laboratorium memiliki peranan yang cukup penting. Dengan kata lain, laboratorium merupakan ujung tombak pabrik karena penentuan mutu produk terjadi di sini.

Oleh karena itu, peralatan pada laboratorium harus mampu melakukan analisa dan uji coba fisika kimia serta mikrobiologi. Berikut beberapa jenis peralatan yang harus disediakan di laboratorium pada pabrik air minum:

  • pH meter
  • Otoklaf
  • Inkubator
  • Oven
  • Konduktivitimeter
  • Peralatan untuk pengujian mikrobiologi
  • Turbidimeter
  • Peralatan lain berbahan gelas

g. Karyawan

Karyawan merupakan orang-orang yang terlibat secara langsung dalam proses produksi air baku menjadi air siap minum. Oleh karena itu, kesehatan karyawan juga harus diperhatikan agar tidak sampai mempengaruhi kualitas produk. Caranya yaitu dengan memerhatikan fasilitas hygiene, pemeriksaan secara berkala, serta kebijakan tentang kesehatan lain.

h. Pengendalian Proses

Pengendalian proses berfungsi untuk mencegah terjadinya kerusakan pada produk yang dihasilkan. Berikut ruang lingkup dari pengendalian proses pada pabrik air minum dalam kemasan:

  • Penetapan spesifikasi dari air baku.
  • Penetapan kandungan serta formulasi air baku.
  • Penetapan proses produksi yang sesuai standar.
  • Penetapan spesifikasi dari kemasan.
  • Pengawasan terhadap kontaminan atau pencemaran.

h. Manajemen dan Pengawasan

Sebesar-besarnya sebuah usaha, jika tidak diimbangi dengan sistem manajemen yang mumpuni maka dapat hancur perlahan. Oleh karena itu, untuk memenuhi GMP (Good Manufacturing Practice) pabrik AMDK juga harus menyertakan manajemen yang baik dan terstrukstur.

Sebab, manajemen lah yang bertanggung jawab untuk melakukan proses pengawasan dari awal sampai akhir, berikut pengambilan langkah jika terjadi penyimpangan. Dengan demikian, sangat penting untuk menempatkan orang-orang terpilih dengan kemampuan mumpuni pada posisi ini.

i. Pencatatan dan Dokumentasi

Tidak kalah penting, pabrik air minum juga harus mengadakan pencatatan dan dokumentasi yang lengkap. Mulai dari pengadaan air baku, pengolahan, kualitas produk, pengemasan, fasilitas pendukung, dan lain-lain. Proses tersebut biasanya terdiri dari beberapa pos sesuai dengan alur kerja pabrik atau yang biasa disebut Quality Control (QC). Meski terbilang cukup rumit, tetapi semua aspek GMP (Good Manufacturing Practice) pabrik AMDK di atas harus dilaksanakan. Selain menjadi kebutuhan vital, usaha air minum dalam kemasan memiliki cukup banyak pesaing. Siapa yang lengah dan tidak mengutamakan kualitas, maka ia yang akan gulung tikar.

Baca Juga :

  1. Penjelasan Pabrik air minum dalam Kemasan secara umum.
  2. Strategi branding & Brand Awareness Perusahaan Amdk.
  3. Investasi / modal usaha untuk membangun pabrik amdk.
  4. Desain ruangan pabrik air minum amdk.
  5. Standar design GMP (Good Manufacturing Practice) dan CPPOB dalam Food Industri Air minum dalam kemasan.
  6. Penjelasan dan Penerapan ISO pada perusahaan air minum.
  7. Penerapan OHSAS untuk kesehatan dan keselamatan kerja Karyawan.
  8. Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis ( HACCP ) Perusahaan Air minum
  9. Perilaku dan Budaya konsumen dalam membeli air minum kemasan.
  10. Strategi pemasaran air minum kemasan.
  11. Pentingnya Analisis pesaing air minum kemasan.
  12. Cara membuat studi kelayakan bisnis air kemasan.
  13. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola manajemen pabrik amdk.
  14. Apa penyebab pabrik air minum bangkrut ? Kenali penyebabnya.
  15. Biaya produksi air minum kemasan gelas, botol dan gallon.
  16. Izin usaha pabrik air minum kemasan.
  17. Jenis-jenis air minum kemasan.
  18. Kualitas sumber air kemasan.
  19. Cara menentukan lokasi pabrik air minum yang ideal
  20. Target pangsa pasar air minum kemasan.
  21. Peralatan laboraturium pabrik air kemasan.
  22. Proposal bisnis usaha air minum kemasan.
  23. Dokument UKL UPL Perusahaan Air minum kemasan.