Pabrik AMDK: Jenis dan Proses Produksi Air Minum Dalam Kemasan

//
Home » News » Pabrik AMDK: Jenis dan Proses Produksi Air Minum Dalam Kemasan

Dalam perkembangannya, pabrik AMDK semakin banyak bermunculan, Bahkan merek-merek produk ini di pasaran sangatlah beragam.

Namun tahukah Anda apa itu AMDK, jenis, hingga proses produksinya? Berikut ini penjelasannya dan simak artikel ini sampai selesai ya!

Apa itu AMDK?

AMDK atau Air Minum Dalam Kemasan menurut SNI 01-3553-2006 adalah air minum yang telah diproses, dikemas, dan aman untuk Anda minum. Air ini mencakup air mineral dan air demineral.

Namun secara umumnya pengertian AMDK yaitu air yang melalui proses pengolahan dengan menggunakan teknologi filtrasi tertentu. Air tersebut kemudian akan melalui proses pengemasan dalam beberapa ukuran botol seperti 240 ml, 330 ml, 600 ml, 1500 ml, dan 19 liter.

Dari pengertian tersebut kemudian muncul istilah pabrik AMDK yang merupakan tempat produksi air minum dalam kemasan. Biasanya pabrik tersebut akan memiliki instalasi untuk proses pengolahan air minum menjadi dalam bentuk kemasan.

Jenis AMDK

Adapun jenis-jenis air minum dalam kemasan yang banyak diproduksi oleh pabrik AMDK yaitu:

1. Air Mineral

Jenis pertama yaitu air mineral yang sudah banyak Anda dengar di tengah masyarakat. Air jenis ini adalah air yang memang sudah mengandung mineral tanpa harus melalui penambahan mineral lagi di dalamnya. Jadi, air ini memiliki banyak kandungan baik secara alami dan buatan.

2. Air Demineral

Air demineral merupakan air minum yang dalam proses pengemasannya melalui proses pemurnian yang berupa destilasi, deionisasi, reverse osmosis, dan proses setara lainnya. Nah, itulah mengapa air jenis ini biasanya memiliki sedikit sekali mineral.

3. Air Mineral Alami

Jenis air yang pabrik AMDK bisa produksi selanjutnya yaitu air mineral alami. Air ini merupakan air AMDK yang dalam proses pembuatannya benar-benar berasal dari alam. Artinya air ini tidak mengalami mineralisasi secara buatan.

4. Air Embun

Dari namanya saja Anda pasti sudah bisa mengetahui asal dari air ini, tetapi bukan berarti embun di pagi hari ya. Air ini berasal dari proses penguapan yang kemudian melalui proses kondensasi menjadi air.

5. Air dalam Kondisi Khusus

Terakhir ada jenis air dalam kondisi khusus yang merupakan air minum yang proses produksinya dibuat dalam kondisi tertentu. Tujuannya adalah agar bisa menarik konsumen untuk membeli air minum ini.

Proses Produksi AMDK

Beberapa proses produksi yang akan pabrik AMDK lalui saat membuat air minum dalam kemasan ini yaitu:

A. Proses Filtrasi

Tahap pertama yaitu proses filtrasi yang merupakan tahap penyaringan air. Pada tahap ini, air akan mengalami proses penyaringan agar kotoran dan zat bahaya lainnya hilang. Adapun salah satu jenis alat filtrasi yang banyak orang gunakan yaitu mesin air RO.

Mesin RO merupakan alat yang bisa memurnikan air melalui proses penyaringan dengan tingkatan membran per sepuluh ribu mikron. Nah karena kecilnya membran penyaringnya ini, membuat alat tersebut bisa menghilangkan kotoran bahkan virus, bakteri, dan zat berbahaya lainnya pada air.

Hal ini pun yang membuat air yang dihasilkan dari proses penyaringan dengan alat RO aman untuk diminum. Alat ini pun sudah bisa kamu temukan di beberapa depot air minum. Menarik bukan?

B. Proses Sterilisasi Awal

Adapun tahap selanjutnya yang akan air hadapi saat di mesin pabrik air minum dalam kemasan adalah proses sterilisasi awal. Pada proses ini, air yang sudah mengalami proses filtrasi akan melalui proses sterilisasi untuk membunuh bakteri atau kuman jahat yang masih tersisa pada air.

Proses sterilisasi ini penting, mengingat ada beberapa bakteri yang berukuran di bawah seribu mikron. Bakteri tersebut biasanya lolos dari proses filtrasi sebelumnya sehingga harus Anda matikan melalui proses sterilisasi.

C. Tahapan Sterilisasi Lanjutan

Untuk membuat bakteri atau zat berbahaya benar-benar hilang, sebaiknya air juga melalui proses sterilisasi lanjutan. Prosesnya mungkin akan terlihat panjang karena melalui dua kali sterilisasi.

Namun inilah yang akan membuat air tersebut benar-benar aman untuk Anda minum. Pada proses ini juga akan membunuh bakteri atau virus yang mungkin masih ada dalam air.

D. Proses Pengadukan

Tahap keempat dalam proses produksi air minum yaitu pengadukan. Proses ini sebaiknya tidak Anda tinggalkan, terutama jika Anda ingin menambahkan perasa pada air minum tersebut.

Adapun untuk proses pengadukannya menggunakan tangki pengaduk khusus. Tentunya tangki pengaduk tersebut harus steril, ya!

E. Proses Pengisian

Pada pabrik AMDK, proses pengisian pasti dilakukan. Hal ini karena proses tersebut penting untuk bisa menghasilkan produk air kemasan. Dalam hal ini, Anda harus menyiapkan wadahnya yang berupa botol, gelas, atau galon dengan ukuran sesuai dengan yang Anda inginkan.

Nah, air yang sudah melalui beberapa proses sebelumnya akan masuk ke dalam beberapa wadah tersebut. Adapun dalam proses ini biasanya akan menggunakan mesin untuk menghindari proses kontaminasi bakteri atau mikroorganisme berbahaya lainnya.

F. Proses Pemberian Label

Tahap penting selanjutnya yaitu proses pemberian label. Ini penting karena sebagai identitas dari produk air minum yang Anda buat.

Tidak hanya itu, pemberian label juga bertujuan untuk menunjukkan brand produk Anda sehingga bisa berbeda dari merek air minum lainnya. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan stiker atau segel plastik yang memuat nama air minum, komposisi, berat bersih, hingga tempat produksi.

Sebaiknya, label Anda buat semenarik mungkin, ya untuk menarik perhatian dari para pelanggan. Apalagi, cukup banyak pelanggan yang pertama kali membeli air minum dari tampilan luarnya.

G. Proses Pemberian Tanggal Kadaluarsa

Setiap pabrik AMDK harus mencantumkan tanggal kadaluarsa dari minuman yang mereka produksi. Hal ini sebagai petunjuk batas waktu air minum tersebut layak untuk konsumen minum.

Hal ini pun sudah diatur dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Jadi, sebaiknya Anda terapkan jika ingin air minum yang Anda produksi legal di Indonesia.

H. Proses Pengepakan

Tahap pengepakan ini perlu Anda perhatikan juga terutama mengenai bahan untuk pengemasannya. Hal ini karena bisa mempengaruhi kondisi air minum kemasan tersebut kedepannya..

Pengepakan secara sembarang bisa merusak kualitas produk Anda. Dalam hal ini, untuk pengemasan air minum biasanya menggunakan bahan jenis kardus.

I. Proses Penyimpanan

Jika Anda sudah melakukan tahap-tahap sebelumnya, langkah selanjutnya yaitu proses penyimpanan. Walaupun proses penyimpanan ini tidak akan memakan waktu lama, tetapi pemilihan tempat simpan produk penting untuk Anda pertimbangkan. Ini karena tempat penyimpanan bisa mempengaruhi kualitas produk air minum.

Sebaiknya Anda tidak menyimpannya di tempat yang terlalu panas atau terlalu dingin, karena bisa merusak kualitas produk. Adapun air minum kemasan biasanya disimpan di dalam gudang barang jadi dengan sistem pengeluaran barang FIFO (First In, First Out)

Sudah Tahu Proses Produksi AMDK?

Nah setelah Anda mengetahui air minum dalam kemasan tersebut, apakah Anda tertarik untuk membangun pabrik AMDK sendiri? Atau mungkin Anda ingin bekerja pada pabrik ini? Jika tertarik, Anda bisa langsung mencoba menerapkannya. Semoga artikel ini bermanfaat!