Waspada! Air Minum Bersifat PH Asam Masih Sering Dikonsumsi

//
Home » News » Waspada! Air Minum Bersifat PH Asam Masih Sering Dikonsumsi

Air memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Selain sebagai pendukung kegiatan manusia, misalnya untuk mandi, mencuci, dan transportasi, juga untuk dikonsumsi. Sebagaimana diketahui, 70% dari tubuh manusia mengandung air. Jadi, konsumsi air sangat penting dilakukan. Namun, sayangnya kualitas air kurang diperhatikan, sehingga masih ada yang mengonsumsi air minum dengan ph asam.

Banyak pengguna mesin ro yang tidak memahami dan mengetahui bahwa sebenarnya air hasil yang diolah oleh mesin reverse osmosis akan menghasilkan air dengan PH rendah / Asam. Oleh karena itu, proses lanjutan diperlukan pada sebuah mesin ro untuk bisa menghasilkan air yang layak minum.

Indikator pengetesan air minum Ph asam

Air yang baik dikonsumsi adalah yang memiliki derajat keasaman netral, yaitu pada skala pH 7. Di atas angka tersebut, air akan menjadi bersifat basa, sedangkan di bawah itu, maka air memiliki sifat asam. Skala pH adalah sebuah satuan yang menunjukkan tingkat derajat keasaman pada suatu larutan. Departemen Kesehatan, menetapkan batas aman tingkat pH pada air yang dikonsumsi adalah 6,5 sampai 8,5.

Ciri-ciri Air yang Layak Dikonsumsi

Mengonsumsi air, sebaiknya tidak hanya sekadar memasukkan cairan ke dalam tubuh. Sangat penting memperhatikan kualitas air yang dikonsumsi. Idealnya adalah meminum air putih yang terjamin kualitasnya. Berikut ini adalah ciri-ciri air yang layak dikonsumsi.

1. Layak Secara Fisik

Dalam hal ini, secara fisik, air memenuhi syarat tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika didapati air berwarna keruh, berbau, berasa asam atau pahit, maka ada kemungkinan telah terkontaminasi oleh zat lain yang bisa saja berbahaya bagi tubuh. Ciri fisik ini dapat dilihat secara kasat mata, sehingga mudah untuk mengenali air layak konsumsi. Namun, masih ada syarat lain yang juga perlu dipenuhi.

Air mnum dengan Fisik jernih

2. Bebas dari Bakteri dan Mikroorganisme Berbahaya

Ada beberapa bakteri yang bisa mencemari air di lingkungan. Sayangnya bakteri tersebut tidak tampak secara kasat mata, padahal jika masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Beberapa contoh bakteri yang dapat mencemari air adalah bakteri Esteria coli, salmonella, dan Shingella. Penyakit yang dapat timbul akibat infeksi bakteri ini adalah, diare, tifus, dan disentri.

3. Tidak Mengandung Logam Berat dan Memiliki Kadar Keasaman Netral (6.5-8.5)

Tidak hanya ciri fisik yang tampak saja, tetapi air yang layak konsumsi juga harus memenuhi syarat berupa bebas dari kontaminasi logam berat. Kontaminasi logam berat ini dapat berupa kandungan besi, mangan, ataupun karat. Adapun seperti disinggung sebelumnya, air yang baik untuk dikonsumsi adalah yang memiliki pH normal, yaitu pada skala 7.

Syarat air yang layak dikonsumsi masyarakat diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 492 Tahun 2010. Dalam peraturan tersebut ditetapkan batasan toleransi kandungan zat-zat yang terdapat dalam air minum. Oleh sebab itu, air yang memiliki kandungan zat lain di atas ambang batas toleransi, dinyatakan tidak layak konsumsi. Oleh karena itu, kami menyarankan kepada pembaca untuk melakukan analisa laboraturium yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 492 Tahun 2010 untuk memastikan apakah air yang di konsumsi tersebut layak atau tidak untuk di konsumsi.

Ciri Air Bersifat Asam

Air dengan pH rendah memiliki sifat asam. Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi kadar keasaman air. Di antaranya adalah tingginya CO2 dan adanya proses dekomposisi yang terjadi pada bahan organik di dasar perairan. Selain itu, terjadinya hujan asam dapat memengaruhi kadar pH pada air di alam. Perilaku masyarakat yang kurang menjaga kelestarian lingkungan juga dapat memengaruhi kadar pH dan mengakibatkan air bersifat asam. Termasuk pembuangan limbah pabrik yang belum melewati pengolahan terlebih dahulu.

Masih ada masyarakat di Indonesia yang mengonsumsi air dari sumur. Namun, seharusnya, air sumur tersebut melalui serangkaian tes untuk menguji kandungan di dalamnya. Beberapa sampel air sumur menunjukkan kondisi tidak layak konsumsi. Di antaranya adalah sebab rendahnya kadar pH air tersebut. Beberapa daerah yang kesulitan air juga mengonsumsi air hujan. Ini pun perlu melalui tes untuk mengecek kelayakan konsumsinya, mengingat di beberapa daerah, kadar pH air hujan berada di bawah ambang batas dan dinilai sebagai air bersifat asam.

Kadang orang hanya memperhatikan kondisi air secara fisik saja. Padahal, bisa saja air terlihat jernih, padahal sebenarnya memiliki pH rendah. Berikut ini adalah beberapa ciri air bersifat asam.

1. Air minum ph asam memiliki Rasa Masam

Seharusnya laruran yang bersifat asam tidak boleh dikonsumsi, kecuali yang memang berada pada makanan, seperti pada buah dan cuka. Namun, patut curiga jika air putih yang dikonsumsi memiliki rasa asam, sebab bisa saja itu berarti memiliki kandungan pH di bawah standar.

2. Memiliki Aroma Menyengat

Larutan Asam terkadang karena bereaksi dengan zat lainnya akan menimbulkan aroma yang menyengat. Jika ditemukan air minum dengan rasa dan aroma yang menyengat di lidah, sebaiknya hentikan konsumsinya. Meskipun jernih, air yang bersifat asam tidak layak dikonsumsi.

3. Memiliki Sifat Korosif

Air dengan pH rendah memiliki sifat korosif, termasuk pada logam. Jika dikonsumsi, air ini dapat menimbulkan iritasi pada saluran cerna. Mengonsumsi air dengan pH terlalu rendah dalam waktu lama dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius.

4. Berbahaya bagi kesehatan

Air minum yang sifatnya terlalu asam akan berbahaya bagi orang yang mengkonsumsinya. karena dapat membuat tubuh memiliki kondisi yang kecenderungan asam. Hal ini masih sering menjadi pembahasan beberapa pakar dan sampai saat ini masih menjadi polemik. Tapi kami menyarankan agar lebih baik menghindari air yang kondisinya terlalu asam atau terlalu basa untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Karena apapun itu, segala hal yang natural dan netral akan lebih baik untuk dikonsumsi oleh tubuh kita.

Bahaya Mengonsumsi Air minum ph Asam

Banyak orang tidak menyadari bahwa air yang dikonsumsinya memiliki pH rendah. Padahal, air bersifat asam ini dapat menimbulkan bahaya pada tubuh jika dikonsumsi. Jadi, untuk menjaga kesehatan tubuh, Perhatikan kadar keasaman air. Sebaiknya memastikan air yang dikonsumsi adalah air yang layak minum dan memiliki pH pada ambang batas toleransi yang telah ditetapkan. Beberapa keluhan kesehatan yang kerap muncul akibat mengonsumsi air dengan pH rendah adalah:

  • Asam lambung meningkat
  • Sakit Maag
  • Gangguan pada pencernaan
  • Masalah kekentalan darah

Cara Mendeteksi Air minum PH Asam

Sangat penting mengetahui tingkat keasaman air yang akan dikonsumsi, mengingat risiko yang dapat muncul jika mengonsumsi air dengan pH rendah. Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah air memiliki sifat asam, basa, atau netral. Berikut ini adalah cara mengetahui pH air.

1. Melalui Pengecekan Laboratorium

Cara pertama adalah mengecek air melalui serangkaian tes laboratorium. Cara ini dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan lengkap. Jadi tidak hanya mengecek kadar pH, tetapi juga melakukan pengecekan terhadap unsur lain.

2. Pengecekan Mandiri Menggunakan Indikator untuk mengetahui Air minum ph asam

Selain mengirimkan sampel air ke laboratorium untuk dicek, dapat juga melakukan pengecekan mandiri. Caranya adalah dengan menggunakan indikator yang dapat ditemui di pasaran. Indikator tersebut dapat berupa kertas lakmus biru dan merah. Jika dicelupkan pada larutan asam dan netral, kertas lakmus merah akan tetap berwarna merah, tetapi berubah biru jika dicelupkan pada larutan basa. Adapun kertas lakmus biru akan berubah merah jika dicelupkan pada larutan asam, Sedangkan pada larutan netral dan basa akan tetap biru. Proses pembacaan kertas lakmus mungkin akan berbeda-beda tergantung pada jenis lakmus yang digunakan.

Indikator lain yang dapat digunakan adalah pH meter Alat ini banyak digunakan oleh pengusaha ikan hias dan hidroponik untuk mengecek keasaman air. Alat ini juga dapat digunakan untuk mengecek kondisi pH air yang akan dikonsumsi. Cara menggunakannya cukup mudah yaitu dengan mencelupkannya pada air untuk mengetahui tingkat keasamannya.

3. Pengecekan Menggunakan Indikator Alami

Selain menggunakan kertas lakmus, pengecekan juga dapat menggunakan indikator alami. Caranya adalah dengan menggunakan ekstrak bagian-bagian tumbuhan yang mengandung zat antosianin. Zat ini merupakan pigmen yang memberi warna pada tumbuhan. Antosianin dapat berubah warna, tergantung pada suhu dan tingkat keasaman cairan.

Beberapa tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator alami adalah kelopak kembang sepatu, kubis ungu, kunyit, dan daun bayam merah. Sebuah penelitian menggunakan daun bayam merah sebagai indikator alami, dapat menunjukkan perubahan warna seperti saat menggunakan kertas lakmus.

Indikator alami dinilai mudah digunakan dan dapat ditemukan di lingkungan sekitar. Namun, memiliki kelemahan yaitu tidak tahan lama, terpengaruh suhu, dan tidak dapat menunjukkan nilai tingkat pH. Demikianlah pembahasan air bersifat asam. Memastikan air yang dikonsumsi layak minum, sangat penting untuk dilakukan. Hindari risiko terjadinya gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat mengonsumsi air dengan pH rendah.