Ini Persyaratan Kualitas Air Minum yang Sehat dan Layak Dikonsumsi

//
Home » News » Ini Persyaratan Kualitas Air Minum yang Sehat dan Layak Dikonsumsi

Semua makhluk hidup sangat membutuhkan air untuk keberlangsungan hidup. Air sangat berguna untuk memberikan cairan pada tubuh makhluk hidup dan memberikan nutrisi yang tidak diproduksi oleh tubuh.

Melihat pentingnya air untuk minum, yuk, kenali apa saja persyaratan kualitas air minum sehat!

Persyaratan Kualitas Air Minum yang Layak Konsumsi

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, agar air bisa dikonsumsi sehari-hari dan membawa dampak baik untuk tubuh. Syarat-syarat ini harus diperhatikan sebelum membeli dan mengkonsumsi air minum. Berikut beberapa persyaratan agar air yang Anda dan keluarga konsumsi aman dan sehat, yaitu:

1. Fisik

Pengetahuan tentang syarat fisik air layak minum sudah banyak dikampanyekan pada masyarakat, sebagai langkah awal, agar bisa menyeleksi sendiri mana air yang bisa dikonsumsi dan mana yang tidak.

Syarat fisik air layak minum ini, antara lain tidak berwarna alias jernih, tidak ada rasa, tidak keruh, serta suhunya sekitar 3 derajat Celcius. Jika Anda menemukan air minum yang keruh, berbau, dan berasa, sebaiknya jangan diminum, karena bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Pilihlah air yang jernih dan menyegarkan untuk kebutuhan cairan harian Anda, supaya tidak mengalami kekurangan cairan dan mengundang berbagai macam penyakit berbahaya.

2. Persyaratan Kualitas Air Minum dari Zat Kimia

Selain aspek fisik, ada juga aspek kimia yang menjadi bagian penting penentuan kualitas air minum. Aspek ini biasanya bisa dideteksi melalui penelitian dan uji kelayakan laboratorium.

Semua air minum dalam kemasan atau air minum rumahan harus memenuhi standar kimia yang aman dan sesuai takaran maksimal. Syarat-syarat kimia yang harus ada dalam air minum layak konsumsi adalah mengandung arsen dengan kadar maksimal 0,01 mg/L, flourida 1,5 mg/L, dan cadmium 0,003 mg/L.

Ada juga kandungan nitrit 3 mg/L, nitrat 50 mg/Liter, sianida 0,07 mg/L, dan selenium 0,01 mg/L. Air minum berkualitas juga mengandung alumunium maksimal 0,2 mg/L, besi 0,3 mg/L, klorida 250 mg/L, mangan 0,4 mg/L, seng 3 mg/L, sulfat 250 mg/L, tembaga 2 mg/L, amonia 1,5 mg/L, dan pH airnya sekitar 6,5 hingga 8,5.

Takaran zat-zat kimia tersebut haruslah pas, karena jika kekurangan atau kelebihan, akan mengganggu kesehatan fisik seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsilah air minum yang sudah mengalami proses uji kelayakan dan mengantongi izin resmi dari badan pengawas nasional (BPOM).

3. Mikrobiologi

Aspek mikrobiologi ini bagian penting dari persyaratan kualitas air minum yang sehat dan aman. Air minum harus terbebas dari bakteri berbahaya yang menyebabkan penyakit, seperti bakteri E.coli.

Bakteri ini sangat terkenal sebagai bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti diare, mual, perut kram, hingga infeksi pada usus dan saluran kemih.

Selain bakteri E.coli, ada juga bakteri Cryptosporidium yang ada dalam air minum. Bakteri ini bisa menyebabkan diare parah. Bakteri Naegleria Fowleri yang biasa ada pada air tawar hangat, seperti danau, sungai, dan kolam. Jenis bakteri ini bisa menyerang saraf manusia dan bisa mengakibatkan kematian.

Ada juga namanya bakteri Rotifera yang biasa ditemukan pada air keran dan bakteri Copepoda pada rawa-rawa, kolam, genangan air, bahkan mata air.

Nah, air minum haruslah terbebas dari bakteri-bakteri tersebut, agar tidak menimbulkan penyakit. Oleh karena itulah, perlu adanya penelitian dan uji kelayakan dulu, sebelum dikonsumsi manusia.

4. Berasal dari Mata Air Alami

Pada dasarnya, air layak minum adalah air yang jernih, tidak berasa, dan berbau. Namun itu saja tidak cukup untuk mendeteksi aman tidaknya air untuk minum. Sebaiknya, pilihlah air mineral yang berasal dari mata air alami pegunungan.

Jika Anda menggunakan air dari sungai, danau, atau sumur, sebaiknya sebelum diminum, air tersebut harus melalui proses pengolahan, seperti penyaringan terlebih dahulu. Ini karena air dari danau, sungai, dan sumur bisa saja mengandung parasit atau bakteri berbahaya, jika tidak melalui proses pengolahan.

5. Kemasan Air Minum yang Aman

Pilihlah air minum dengan proses pengemasan yang aman. Misalnya saja pada bagian tutupnya, pilih air minum yang bersegel dengan tutup anti rembes dan galon kedap udara. Galon yang kedap udara bisa membuat air tidak mudah terkontaminasi udara luar.

Memerhatikan bahan galon juga menjadi persyaratan kualitas air minum yang tidak boleh Anda lewatkan. Sebaiknya, pilih galon yang berwarna bening alias transparan. Ini berguna untuk memudahkan Anda mengecek kejernihan air dalam galon, serta pilih bahan yang bebas BPA, supaya aman untuk bayi hingga lansia.

Nah, untuk air minum dalam kemasan, cek bahan botol dengan cermat dan pilih yang berbahan PET (Polyethylene terephthalate). Bahan ini transparan dan zat kimianya terbukti tidak dapat bercampur dengan air. Menariknya, bahan ini ramah lingkungan dan bisa di daur ulang.

Kemasan air minum yang terbuat dari bahan ramah lingkungan tentunya bermanfaat untuk menjaga lingkungan dan mengurangi pencemaran air, sehingga kualitas air tetap terjaga sepanjang waktu.

Pilih juga air minum yang diproses menggunakan mesin pabrik air minum dalam kemasan yang higienis, aman, dan sesuai standar SNI dan BPOM untuk menjaga kualitas air, agar bisa Anda konsumsi.

6. Mengandung Mineral Penting

Air yang sehat adalah air yang mengandung mineral penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Mineral ini, antara lain kalium, magnesium, natrium, dan kalsium. Nutrisi inilah yang membuat badan Anda terasa segar, sehat, dan kebutuhan cairan tercukupi.

Sudah Tahu Persyaratan Kualitas Air Minum Layak Konsumsi?

Cek lagi dan pastikan air minum Anda memenuhi persyaratan kualitas air minum yang baik. Mulai dari segi fisik, bahan kimia, mikrobiologi, lokasi depot air minum, hingga masalah keamanan dan kebersihan kemasan. Agar lebih aman dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan tubuh.