Panduan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik

//
Home » News » Panduan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik

Pengolahan dan pengelolaan air limbah menjadi kegiatan yang penting dilakukan agar lingkungan tetap lestari dan terjaga. Jika tidak ada instalasi pengolahan air limbah domestik yang baik, maka akan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Berikut informasi tentang air limbah dan panduan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik.

Pengertian Air Limbah dan Jenis-Jenisnya

Melihat dari pengertiannya, air limbah merupakan air kotor sisa yang berasal dari suatu kegiatan atau usaha.
Air ini mengandung zat-zat berbahaya yang jika tidak diolah dengan baik akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang fatal.

Pentingnya pengelolaan limbah ini sudah tertulis dalam Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Hidup.

Undang-undang tersebut mengatakan bahwa pentingnya melestarikan lingkungan agar tidak terjadi pencemaran yang berakibat kerusakan lingkungan. Dan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah pengolahan air limbah.

Berdasarkan asal sumbernya, air limbah terbagi menjadi tiga golongan, antara lain:

1. Air Limbah Industri

Air limbah ini berasal dari pabrik yang sering melakukan proses produksi. Pabrik-pabrik yang sedang beroperasi biasanya menghasilkan limbah yang mengandung zat-zat yang bisa mencemari lingkungan.

Contoh kandungan dalam air limbah tersebut seperti sulfida, nitrogen, logam berat, amoniak, lemak, garam-garam, zat pewarna, mineral, dan zat berbahaya lainnya.

Jenis limbah ini termasuk limbah yang mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk mengolahnya, karena harus benar-benar mempertimbangkan dampak lingkungannya.

2. Air Limbah Kota

Air limbah kota berasal dari air buangan perkotaan, hotel, perdagangan, restoran, tempat ibadah, tempat-tempat umum, dan lain sebagainya.

Limbah perkotaan mengandung zat yang mirip dengan limbah rumah tangga. Keduanya sama-sama berbahaya bagi lingkungan jika tidak diolah dengan baik.

3. Limbah Rumah Tangga atau Domestik

Ini merupakan jenis limbah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga atau limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Contohnya, air deterjen dari sisa cucian, air tinja dari WC, dan air sabun yang berasal dari kamar mandi.

Cairan limbah tersebut tentu saja mengandung zat berbahaya seperti fosfor yang bisa meningkatkan pH dan BOD (Biochemical Oxygen Demand) air. Zat ini tentu bisa membuat kerugian besar bagi lingkungan dan manusia.

Nah dari ketiga jenis limbah yang berbahaya tersebut, limbah domestik termasuk sumber utama adanya pencemaran air di perkotaan. Sebab, kehidupan penduduk yang semakin padat membuat jumlah air limbah juga semakin meningkat.

Oleh karena itu, perlu adanya instalasi pengolahan air limbah atau IPAL domestik yang baik agar limbah tersebut tidak merusak lingkungan Anda.

Manfaat Adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik

Hadirnya IPAL memiliki tujuan yang bagus untuk kelestarian lingkungan, yakni agar sisa air tidak dibuang sembarangan tapi melalui saluran pipa air limbah komunal atau sistem IPAL komunal.

Pihak yang bertugas bisa membangun IPAL menggunakan anggaran pemerintah atau swadaya masyarakat yang nantinya bernama Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Adapun beberapa manfaat IPAL bagi lingkungan dan masyarakat sekitar antara lain:

A. Air Sumur Tetap Bersih

Air sumur yang biasa digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari bisa tetap bersih dan terjaga karena tidak tercampur limbah secara langsung ke tanah.

Ini sangat bermanfaat juga untuk menjaga kesehatan penduduk sekitar yang biasanya memanfaatkan air sumur untuk mandi, minum, dan mencuci.

B. Mengurangi Bau dari WC

Penggunaan IPAL yang sesuai dengan SOP bisa mengurangi bau busuk yang berasal dari pembuangan tinja. Air limbah tinja yang mengeluarkan bau busuk jika tidak ada pengolahan yang tepat, maka akan mengganggu aktivitas masyarakat.

C. Mendukung Program Pemerintah

Dengan membuat IPAL, Anda turut serta mendukung program pemerintah untuk menanggulangi dampak pencemaran air dari limbah domestik yang berakibat fatal bagi kelangsungan makhluk hidup.

D. Melatih Hidup Sehat kepada Masyarakat

Instalasi pengolahan air limbah domestik bisa mengajak masyarakat untuk hidup lebih higienis dan sehat dengan menggunakan air bersih yang bebas dari pencemaran bahan kimia.

E. Menjaga Kehidupan Hayati Biota dalam Air

Saluran air yang terjaga akan membuat kualitas air tetap bersih dan terjaga dari zat berbahaya. Dengan begitu, adanya IPAL ini bisa menyelamatkan kehidupan biota air yang ada di sungai, waduk, hingga laut.

Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik yang Tepat

Sebelum memilih sistem pengolahan limbah yang tepat, ada baiknya Anda harus mengetahui kadar polutan dari air limbah tersebut. Setelah itu, Anda bisa memilih beberapa model pengolahan limbah domestik yang sudah ada.

Terhitung ada banyak sekali model pengolahannya, namun disarankan untuk menggunakan jenis biologi anaerob aerob untuk limbah domestik.

Adapun 3 jenis instalasi pengolahan air limbah yang bisa Anda lakukan antara lain:

1. Jenis Instalasi Pengolahan Air Limbah Anaerobic

Jenis instalasi IPAL domestik ini terbilang sistem terbaru yang bisa Anda gunakan. IPAL anaerobic merupakan pengolahan limbah dengan memanfaatkan bakteri hidup tanpa adanya oksigen cukup. Biasanya IPAL jenis ini digunakan untuk bioseptic tank.

Dalam sistem ini, pengolahan limbah memanfaatkan mikroba untuk membusukkan bahan organik. Hasilnya, kandungan BOD dan COD dalam air akan berkurang hingga 90%.

2. Sistem Aerob pada Kolam Aerasi Lumpur Aktif

Sistem ini bisa Anda gunakan untuk kolam aerasi. Terhitung ada banyak sekali modifikasi dalam sistem aerob ini, misalnya saja ada model biofilter IPAL domestik sederhana atau extended aeration.

Pada model biofilter, limbah akan masuk dalam kolam aerasi secara berkala dan terjadi proses penguraian lumpur dari zat organik yang dilakukan oleh bakteri hidup dan udara.

Proses pengolahan limbah dengan lumpur aktif ini juga bisa Anda isi dengan filter atau MBBR agar efisiensi penguraiannya menjadi lebih besar. Anda bisa menggunakan sistem ini untuk mengolah limbah industri.

3. Sistem Gabungan Aerob dan Anaerob

Terakhir adalah pengolahan yang menggunakan cara gabungan dari kedua sistem sebelumnya. Proses ini berlangsung secara bertahap dari pengolahan anaerobic ke aerobic.

Hasil yang keluar tentu sangat bagus karena konversi zat organiknya dapat berjalan dua kali. Serta, nitrit dari hasil proses anaerob akan berubah menjadi gas nitrat dalam kolam aerasi air limbah domestik.

SOP Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik

Ada beberapa SOP atau Standard Operational Procedure dari instalasi pengolahan air limbah domestik yang harus Anda perhatikan.

Pertama, periksalah sambungan pipa air limbah dan pastikan tidak terjadi kebocoran. Kedua, kontrolah setiap sump pit air dengan teliti dan seksama. Ketiga, selalu cek kondisi grease trap.

Selanjutnya atau yang keempat, lakukanlah kontrol ketinggian air pada bak equalisasi. Kelima, periksa parameter pada tangki aerobic. Keenam, periksa kondisi tangki aerasi. Terakhir, ujilah tangki sedimenter clarifier dan periksalah akhir kolam indikator.

Sudah Paham Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik?

Lakukan instalasi pengolahan air limbah sesuai SOP dan cara yang tepat. Lakukan juga konsultasi pengolahan air bersih dan minta bantuan Tirta Mandiri agar hasil maksimal.