Beranda » Pengolahan air bersih » Cara pengolahan air gambut

Cara pengolahan air gambut

T Diposting oleh pada 20 Mei 2020
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 128 kali

Pengolahan air gambut

Air gambut tidak memiliki kualitas ideal sebagai air bersih maupun air minum. Kandungan senyawa organiknya membuat air gambut tidak cocok untuk bahan baku industri, pelarut, dan umpan untuk mesin. Pengolahan air gambut sangat diperlukan untuk menjadikannya air layak guna, termasuk menyaring beberapa zat-zat berbahaya serta  melakukan penyesuaian tingkat keasamannya. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang air gambut, termasuk cara pengolahannya.

cara pengolahan air gambut

 

Definisi Air Gambut

Air gambut adalah air di permukaan tanah yang banyak terdapat di beberapa pulai di Indonesia, terutama Pulau Kalimantan serta Sumatra. Karakteristik utamanya adalah tingkat keasaman tinggi serta kandungan organik yang tinggi (kebalikan dari air sadah).

Air gambut tidak ideal sebagai air minum atau bahan baku/pelarut industri karena berwarna keruh, berbau, dan mengandung banyak organisme serta asam humat dan asam fulvat.

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/90842/Pengertian-Asam-Humat-Dan-Asam-Fulvat-Serta-Manfaatnya-Untuk-Tanaman/

 

Air gambut yang sumbernya berasal dari air hujan cenderung memiliki tingkat keasaman tinggi, antara 3,4 hingga 5. Akan tetapi, air gambut yang berasal dari dalam tanah biasanya cenderung netral dan sedikit basa. Kandungan organik di dalam air gambut berasal dari hasil pembusukan daun, kayu, dan bagian-bagian tanaman lainnya.

 

Mengapa Harus Mengolah Air Gambut?

Anda membutuhkan sistem pengolahan yang baik untuk mengubah air gambut menjadi air layak konsumsi. Air gambut membawa beberapa risiko terhadap rumah tangga serta industri, seperti:

1. Menimbulkan Warna dan Bau Tak Sedap

Warna dan bau air gambut berasal dari kandungan mangan, besi, serta zat organik. Mereka dapat menyebabkan noda serta penyakit pada sistem pencernaan. Kandungan zat organik juga mengundang bakteri yang menimbulkan pembusukan.

2. Mengurangi Khasiat Pelarutan dan Pembersihan

Kandungan asam dan logam dalam air gambut mengurangi efisiensi ketika digunakan dalam proses pembersihan serta pelarutan. Hal ini membuatnya tidak cocok sebagai bahan pencuci, pelarut di laboratorium, serta bahan baku dalam industri makanan dan minuman.

3. Menyebarkan Penyakit

Kandungan organik dan bakteri dalam air gambut berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Kandungan besi di dalam air gambut juga menghalangi proses penghilangan kuman (disinfektan) sehingga menyulitkan pengolahan. E. coli adalah salah satu bakteri berbahaya yang paling banyak terdapat dalam air gambut.

4. Merusak Pipa dan Komponen Logam

Air gambut yang memiliki pH kurang dari 5 berbahaya untuk komponen logam dan pipa. Kandungan asam yang tinggi akan menyebabkan karat dan korosi.

Alat pengolah air gambut sangat penting bagi rumah tangga dan industri yang tinggal di dekat sumber air gambut. Anda bisa berinvestasi pada mesin pengolah air yang menghasilkan air bersih yang dapat dikonsumsi.

 

Metode Pengolahan Air Gambut

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengolah air gambut, yaitu:

1. Menyaring air gambut dengan menggunakan metode filtrasi

Filtrasi menggunakan beberapa lapis saringan untuk memisahkan partikel dan zat terlarut dari air. Sistem penyaringan awal yang baik biasanya terdiri dari penyaring makro, mikro, serta karbon.

Setelah dilakukan filtrasi awal atau pretreatment, selanjutnya dapat dilakukan penyaringan lanjutan untuk melakukan filtrasi dari zat-zat organic yang terdapat dalam air. Beberapa lapis filter ini menahan partikel padat serta zat-zat penghasil warna dan bau tidak sedap.

Setelah itu, Air harus diolah lebih lanjut agar tidak mengandung bakteri dengan menggunakan beberapa metode disinfeksi.

Berikut beberapa metode penyaring lanjutan yang dapat dilakukan untuk menyaring air gambut, antara lain :

Untuk mengolah air gambut, salah satu membrane filtrasi yang dapat digunakan adalah membrane ultrafiltrasi. Sistem penyaringan ini menggunakan membrane dengan kerapatan pori pori sebesar 0.01mikron.

Membran ini cocok untuk proses penyaringan bertekanan rendah dan relatif tanpa tambahan bahan aditif. Untuk melakukan penyaringan menggunakan metode ini, diperlukan pengolahan awal untuk mendukung proses penyaringan berjalan dengan maksimal.

  • Filtrasi dengan menggunakan Mesin Reverse osmosis.

Osmosa terbalik alias reverse osmosis menggunakan penyaring dengan membran yang pori-porinya berukuran 0,0001 mikron. Jenis ini termasuk yang paling banyak digunakan dalam industri dan pelayanan masyarakat di daerah daerah gambut. Membran ini cocok untuk pengolahan air pada suhu hangat, sekitar 40 derajat Celsius.

Pengolahan dengan menggunakan membrane reverse osmosis mempunyai keunggulan sendiri, yaitu dapat menghasilkan air dengan kualitas yang sangat tinggi hingga mendekati kualitas air minum.

Tetapi filter reverse osmosis sendiri, memiliki kelemahan yaitu biaya investasi cukup tinggi dan biaya perawatan yang relative lebih tinggi dibanding filter ultrafiltrasi.

  • Menggunakan Membrane Nanofiltrasi

Metode penyaringan ketiga adalah menggunakan membrane Nanofiltrasi, sebenarnya membrane nanofiltrasi sudah cukup lama teknologinya, tetapi penggunaannya dalam skala besar masih tidak terlalu banyak digunakan.

Membrane ini menggunakan membrane dengan ukuran pori dibawah Reverse osmosis tetapi diatas ultrafiltrasi. Filter nanofiltrasi masih cukup sulit ditemukan dipasaran. Sehingga harganya menjadi lebih tinggi dan pengadaan barangnya yang relative lebih lama dibandingkan dengan jenis filtrasi lainnya.

2. Metode penyaringan sedimentasi atau pengedapan

Cara ini cukup banyak ditemukan dalam pengolahan air organik / gambut. Menggunakan metode penjernihan yang dilakukan dengan menambahkan beberapa bahan kimia sehingga proses pengendapan dapat berjalan dengan maksimal.

Jar test air gambut

Berikut tahapan pengolahan air gambut, yaitu:

  • Neutralizing PH / Derajat keasaman.

Pada tahapan ini, air yang memiliki ph terlalu rendah, akan di netralkan dulu dengan menggunakan kimia kapur yaitu Naoh atau soda api.

  • Proses koagulasi.

Setelah proses penyesuaian pH dilakukan di proses pertama, kemudian proses selanjutnya adalah penambahan cairan kimia koagulan untuk memecahkan koloid yang terdapat didalam air. Kimia yang digunakan adalah Tawas, PAC ( Poly alumunium Chloride), Ferric Chloride dll

  • Proses Floakulasi.

Setelah koloid terpecah, maka didalam air akan terdapat pecahan flok yang berukuran kecil, Flok tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu dengan menggunakan Cairan kimia Floakulan yang biasa di sebut Polimer.

  • Sedimentasi / pengendapan.

Flok yang terbentuk setelah pertambahan polimer akan menjadi semakin besar ukurannya, sehingga proses pengendapan terjadi lebih cepat. Proses sedimentasi ini memberikan waktu kepada flok yang besar tadi untuk mengendap.

  • Sterilisasi / pembunuhan bakteri

Air yang telah melewati 4 tahapan proses diatas akan memiliki tingkat kekeruhan yang rendah. Secara visual, air sudah terlihat jauh lebih jernih dibandingkan dengan air yang belum di olah.

Setelah menghasilkan air dengan kejernihan yang sudah cukup baik, maka selanjutkan diperlukan proses pembunuhan bakteri untuk menghasilkan air yang layak untuk di gunakan.

Pengolahan air organik ini dapat menggabungkan beberapa fungsi, tergantung alat yang tersedia. Air ini harus melalui proses pengolahan awal sebelum disaring. Selain memastikan hasil yang lebih baik, proses pengolahan awal menjaga agar proses penyaring  lanjutan tidak cepat rusak.

 

Pemanfaatan Pengolahan Air Gambut

Ada beberapa manfaat pengolahan air gambut yang bisa Anda peroleh, salah satunya yang paling jelas adalah untuk konsumsi rumah tangga. Akan tetapi, hasil olahan air gambut biasanya lebih banyak diarahkan ke industri, apalagi pengolahan bahan baku di pabrik memberi air perlakuan tambahan untuk meningkatkan kualitasnya.

Industri minuman seperti susu dan jus menggunakan air hasil penyaringan untuk pelarutan serta pemekatan. Industri farmasi menggunakannya untuk membuat antibiotik dan enzim. Pengolahan air gambut juga memberi pasokan air untuk mesin uap (boiler), menara pendingin (cooling tower).

 

Solusi Pengolahan Air Gambut.

Tirta Mandiri menghadirkan solusi pengolahan air gambut untuk segala keperluan. Kami membuat mesin pengolah air gambut, air asin, dan air payau yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Anda dapat berkonsultasi untuk memilih mesin yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk rumah tangga dan industri.

Sebagai kontraktor pengolahan air gambut dan air lainnya, kami memastikan bahwa Anda hanya mendapat komponen bermutu dari merek terkenal. Hubungi Tirta Mandiri untuk menemukan solusi pengolahan air terbaik sesuai kebutuhan.

 

Penulis : Patrick Tanoto

 

 

 

 

Diposting oleh

Merupakan praktisi yang telah berkecimpung dalam bidang pengolahan air dari tahun 2007, dan telah di percaya untuk menangani beberapa proyek pemerintah PDAM serta rancang bangun pengolahan air minum dan air bersih.

Belum ada Komentar untuk Cara pengolahan air gambut

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Cara pengolahan air gambut

+ SIDEBAR

Anda memiliki permasalahan pada air anda ? atau ingin berbisnis air minum? Silahkan hubungi marketing kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Terima kasih

error: Content is protected !!