Perbedaan Mesin Ultrafiltrasi dan RO dalam Industri Pengolahan Air

//
Home » News » Perbedaan Mesin Ultrafiltrasi dan RO dalam Industri Pengolahan Air

Industri pengolahan air memiliki dua metode dalam penyaringannya, yaitu dengan metode ultrafiltrasi dan Reverse Osmosis (RO).

Ada mesin penyaring yang mampu mengoperasikan dua metode ini sehingga perbedaan ultrafiltrasi dan RO akan tampak pada kemampuan pengolahan airnya.

Filtrasi Membran

Membahas perbedaan ultrafiltrasi dan RO akan berkaitan dengan fungsinya itu sendiri, yaitu pada kemampuan penyaringan air. Dalam hal ini, industri pengolahan air membutuhkan filtrasi membran pada pengoperasiannya. Nah, apa itu filtrasi membran?

Filtrasi membran adalah penyaringan dengan menggunakan membran, yaitu lapisan atau lembar tisu sintetis atau natural yang memiliki dinding semipermeabel. Dengan demikian, dinding tersebut mampu memisahkan substansi melalui membran tersebut dengan pompa atau penekanan.

Penggunaan filtrasi membran dapat menggunakan dua mesin, yaitu mesin RO dan ultrafiltrasi. Nah, untuk penjelasan lengkap mengenai dua mesin ini, akan dijelaskan melalui pembahasan selanjutnya.

Mesin Ultrafiltrasi

Sebelum membahas perbedaan ultrafiltrasi dan RO, ketahui dulu apa itu mesin ultrafiltrasi. Pada dasarnya, mesin yang menggunakan metode ultrafiltrasi ini adalah salah satu teknologi tinggi yang berkembang di abad ke-21. Selain itu, filtrasi dengan metode ini memiliki ketelitian sebesar 0,001 sampai 0,1 mikro.

Penggunaan teknologi pada mesin ini memiliki mekanisme pemisahan membran dengan tekanan diferensial. Oleh sebab itu, kemampuannya dapat menyaring berbagai zat berbahaya di dalam air, seperti sedimen, karat, bakteri, koloid, zat tersuspensi, dan zat organik.

Selain menyaring zat berbahaya, metode ini juga mampu mempertahankan beberapa mineral yang berguna untuk tubuh manusia. Oleh sebab itu, pada mata air pegunungan dan proses produksi air mineral, mineral tersebut merupakan komponen inti yang terkandung di dalamnya.

Tidak hanya itu, penggunaan proses ultrafiltrasi juga memiliki tingkat pemulihan air mencapai 95% atau lebih. Selain itu, pencucian dan pembilasannya juga mudah dengan masa kerja relatif panjang dan tidak mudah diblokir.

Di sisi lain, proses ultrafiltrasi memiliki penyaringan hanya dengan tekanan air keran sehingga tidak membutuhkan tekanan listrik. Tidak hanya itu, biaya penggunaannya pun rendah dengan laju aliran yang besar.

Oleh sebab itu, teknologi ini cocok pada penggunaan air minum rumah tangga dengan pemurnian yang komprehensif. Berdasarkan penjelasan tersebut, teknologi ultrafiltrasi akan banyak penggunaannya di masa mendatang untuk pemurnian air minum.

Namun, teknologi ini juga dapat berkembang dan mampu menghapus berbagai polutan secara komprehensif, bila penggunaannya bersamaan dengan kombinasi bahan saringan lainnya. Selain itu, kombinasi tersebut juga dapat membantu perawatan secara lebih luas.

Mesin RO

Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah mengetahui jika mesin dalam industri pengolahan air tersebut berkaitan dengan penggunaan teknologi penyaringannya. Oleh sebab itu, perbedaan ultrafiltrasi dan RO tidak lepas dari penggunaan filtrasi membrannya.

Dalam hal ini, membran pada mesin RO mampu menyaring hampir seluruh partikel, misalnya ion, bahan organik, kuman, dan lain sebagainya. Sesuai dengan namanya, mesin ini menggunakan teknologi bernama reverse osmosis.

Oleh sebab itu, teknologi reverse osmosis tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyaringan seluruh partikel tersebut.

Nah, teknik reverse osmosis ini mampu melakukan filtrasi molekul besar, yaitu mencapai berat molekul lebih dari 300 Da. Selain itu, teknologinya juga mampu melakukan pemisahan membran melalui kekuatan pendorong, yaitu perbedaan tekanan yang memungkinkan pelarut dapat terpisah dari larutan di dalamnya.

Teknologi reverse osmosis ini, sesuai namanya, memiliki arah yang berlawanan dengan osmosis alami. Dalam hal ini, osmosis secara alami terjadi ketika terdapat pemisahan dua cairan konsentrasi berbeda melalui sebuah membran semipermeabel.

Dengan demikian, osmosis alami memungkinkan cairan tersebut memiliki kecenderungan untuk bergerak dari konsentrasi lebih rendah menuju konsentrasi lebih tinggi untuk mencapai keseimbangan potensial kimia. Nah, pergerakan tersebut terjadi melalui membran filtrasi.

Perbedaan Ultrafiltrasi dan RO

Setelah mengetahui dua mesin pada pengolahan air tersebut, tentunya Anda ingin mengetahui apa perbedaan di antara keduanya.

1. Perbedaan Fungsional

Perbedaan ultrafiltrasi dan RO yang pertama terletak pada fungsinya masing-masing. Oleh sebab itu, kedua mesin ini memiliki kegunaan yang berbeda-beda, bergantung pada jenis dan sektor masing-masing zat.

Pada mesin RO, membran yang terdapat di dalamnya memiliki lingkup di berbagai pengaplikasian, yaitu:

  • Obat-obatan
  • Besi dan baja
  • Daya
  • Petrokimia
  • Elektronik
  • Makanan dan minuman
  • Desalinasi air laut dan air payau
  • Perlindungan kota dan lingkungan
  • Persiapan air umpan boiler
  • Air murni industri dan ultra-murni elektronik
  • Produksi minum air murni
  • Pengolahan air limbah
  • Proses pemisahan khusus

Sementara itu, mesin ultrafiltrasi menggunakan membran dengan aplikasi sebagai berikut:

  • Persiapan air murni dan air ultra murni untuk proses awal reverse osmosis.
  • Pengolahan terminal air ultra murni.
  • Pemisahan bakteri, sumber panas, koloid, kotoran tersuspensi, dan bahan organik makromolekul pada air industri.
  • Air minum dan pemurnian air mineral.
  • Fermentasi, industri persiapan enzim, konsentrasi industri farmasi, dan pemurnian serta klarifikasi.
  • Konsentrasi jus buah dan pemisahannya.
  • Kedelai, susu, industri gula, jus, teh, minuman keras, dan klasifikasi lainnya.
  • Pengolahan air limbah industri dan pemurnian serta pemulihan kotoran domestik.
  • Pemulihan cat elektroforetik.

Setelah mengetahui berbagai fungsi tersebut, Anda dapat memilih mesin yang sesuai dengan kebutuhan pada industri pengolahan air.

2. Pengoperasian Mesin dan Komponen

Perbedaan ultrafiltrasi dan RO selanjutnya terletak pada aspek mesin dan komponennya. Pada mesin RO, terdapat tangki penyimpanan air dengan pompa booster yang membutuhkan pasokan listrik. Secara umum, penyaringannya memiliki 5 tingkat yang berbeda, yaitu:

  • Tingkat pertama memiliki filter.
  • Karbon aktif pada tingkat kedua dan ketiga.
  • Tingkat keempatnya diisi membran RO untuk teknologi aerospace.
  • Karbon aktif pada tingkat kelima sebagai peningkat rasa.

Sementara itu, mesin ultrafiltrasi tidak membutuhkan pasokan listrik serta tidak memiliki motor. Selain itu, pendorong penyaring mengandalkan tekanan air dan umumnya menggunakan pipa stainless steel.

Oleh sebab itu, bahan pipa tersebut memiliki material yang tahan terhadap suhu tinggi dan korosi. Tidak hanya itu, proses adaptasinya juga memiliki ketahanan terhadap perubahan suhu lingkungan.

3. Perbedaan Sifat

Perbedaan ultrafiltrasi dan RO yang terakhir yaitu perbedaan karakteristik pada masing-masing membran.

Pada mesin RO, membrannya dibuat dengan semipermeabel buatan yang karakteristiknya disesuaikan dengan membran semipermeabel biologis. Nah, bahan dasarnya menggunakan polimer dan memiliki membran dengan diameter pori-pori

Sementara itu, mesin ultrafiltrasi memiliki membran yang sejenis dengan membran filtrasi mikro serta ukuran pori dengan spesifikasi serupa. Umumnya, kisaran ukuran pori terukurnya adalah 0,001 sampai 0,02 mikron.

Selain itu, penerapan tekanannya juga tepat pada satu sisi membran. Dengan demikian, kemampuannya dapat menyaring molekul terlarut yang ukurannya lebih kecil dari ukuran pori.

Dalam hal ini, kegunaannya adalah memisahkan partikel yang berat molekulnya lebih besar dari 500 dalton serta ukuran partikel yang lebih besar dari 10 nanometer.

Sudah Paham Perbedaan Ultrafiltrasi dan RO?

Pembahasan tentang perbedaan ultrafiltrasi dan RO tersebut menunjukkan bahwa kedua mesin ini memiliki kegunaannya masing-masing. Semoga informasi ini berguna untuk Anda, ya!