Mengenal Proses Desalinasi Air Laut untuk Air Minum

//
Home » News » Mengenal Proses Desalinasi Air Laut untuk Air Minum

Proses desalinasi air laut merupakan kegiatan atau teknologi terkini yang mampu mengubah air asin menjadi air tawar yang siap dikonsumsi oleh manusia.

Oleh karena itu, pembahasan tentang desalinasi air laut ini penting bagi Anda yang berencana memasang instalasinya, berikut penjelasan selengkapnya!

Apa Itu Proses Desalinasi Air Laut?

Proses desalinasi air laut adalah mekanisme untuk menghilangkan kadar garam pada air sehingga layak untuk dikonsumsi oleh manusia, tumbuhan, dan hewan. Oleh sebab itu, penerapan teknologi ini cocok untuk wilayah yang berada di sepanjang pesisir pantai tetapi tidak memiliki air bersih yang cukup.

Tidak hanya itu, teknologi desalinasi juga bermanfaat bagi perusahaan offshore dengan wilayah kerja di tengah laut atau pesisir pantai. Dengan demikian, teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola stok air bersihnya sendiri sehingga tidak bergantung dari ketersediaan air di daratan.

Selain air bersih, proses ini juga dapat menghasilkan garam dapur serta air dengan kadar garam tinggi untuk berbagai manfaat. Misalnya, pemanfaatannya pada wahana kolam apung di Taman Impian Jaya Ancol. Dengan demikian, air berkadar garam tinggi ini dapat mengalir pada berbagai wahana yang membutuhkannya.

Desalinasi Bantu Cegah Krisis Air Bersih dengan Efisien

Secara umum, desalinasi air laut amat sangat berguna untuk daerah yang mengalami krisis air bersih yang kerap terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, teknologi ini juga dapat mengurangi penggunaan air di dalam tanah. Dalam hal ini, pemakaian air bawah tanah diyakini menjadi salah satu penyebab penurunan tanah di berbagai wilayah, terutama Jakarta.

Teknologi ini sudah banyak penerapannya di berbagai negara, contohnya Amerika Serikat yang mampu menghasilkan 104 ribu meter kubik air per hari di wilayah El Paso, Texas.

Desalinasi air laut mampu menghilangkan kadar garam di dalam air. Proses ini memiliki cara kerja melalui teknologi penyaringan dengan menggunakan suatu metode khusus.

Namun, sebelum teknologi penyaringan ini berkembang, proses desalinasi air laut lebih dahulu menggunakan metode vacuum distillation untuk menguraikan kadar garamnya.

Metode ini menggunakan prinsip pemanfaatan peralatan yang memiliki mekanisme pemanasan air laut sehingga menghasilkan uap air. Selanjutnya, uap air tersebut akan melalui proses kondensasi sehingga menghasilkan air bersih yang aman konsumsi.

Namun, karena biaya operasional yang cukup mahal, metode vacuum distillation ini perlahan mulai ditinggalkan.

Teknologi Desalinasi Air Laut

Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah mengetahui jika proses desalinasi air laut dengan metode vacuum distillation memiliki biaya operasional yang tinggi. Oleh sebab itu, mulai muncul teknologi dengan metode yang jauh lebih terjangkau ketimbang vacuum distillation.

Saat ini, sistem instalasi yang lebih terjangkau adalah dengan menggunakan teknologi reverse osmosis dan multi stage flash.

Sebagai teknologi yang populer untuk desalinasi air laut, penggunaan teknologi reverse osmosis sudah mencapai 47,2%. Sementara itu, teknologi multi stage flash untuk sistem desalinasi sudah mencapai angka penggunaan sebesar 36,5%.

Oleh sebab itu, dua teknologi ini merupakan solusi yang mudah serta terjangkau untuk sistem desalinasi.

Cara Kerja Teknologi Desalinasi Air Laut

Teknologi reverse osmosis dan multi stage flash memiliki mekanisme atau cara kerja yang berbeda.
Proses desalinasi air laut dengan teknologi reverse osmosis menggunakan filter membran untuk mendapatkan air bersih. Nah, air bersih akan mengalir melalui membran tersebut dan memisahkan diri dari kadar garam yang tinggi..

Sementara itu, teknologi multi stage flash menggunakan prinsip pengurangan tekanan uap air. Nah, proses ini terjadi pada mekanisme boiling di dalam temperatur yang rendah dan tanpa tambahan panas yang berlebih.

Di antara dua jenis teknologi ini, Anda dapat memilih cara kerja desalinasi air laut yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, penggunaan reverse osmosis dan multi stage flash memiliki keunggulan masing-masing.

Namun, penggunaan teknologi reverse osmosis lebih umum di Indonesia, terutama untuk kebutuhan perusahaan offshore. Selain karena lebih hemat energi, teknologi ini juga cocok untuk penggunaan dalam skala kecil dan besar. Dengan demikian, teknologi reverse osmosis jauh lebih luas peruntukan penggunaannya.

Reverse Osmosis pada Proses Desalinasi Air Laut

Proses desalinasi air laut menggunakan teknologi reverse osmosis mampu menghasilkan air konsumsi yang aman untuk makhluk hidup. Berikut adalah tahapan dari penggunaan teknologi ini.

1. Pretreatment

Di tahap awal ini, penggunaan air laut merupakan umpan untuk penyesuaian dengan membran. Proses ini akan memisahkan partikel padat yang tersuspensi dan membuat kadar pH menjadi stabil.

Selanjutnya, terjadi penambahan inhibitor yang fungsinya sebagai kontrol scaling yang terjadi karena adanya senyawa kimia di dalam air.

2. Pressurization

Pada tahap ini, air yang melewati proses pretreatment akan dipompa sehingga tekanan air akan meningkat dari air umpan dan terjadi penyesuaian dengan membran reverse osmosis serta salinitas air umpan.

3. Membrane Separation

Di proses ketiga ini, terdapat dua aliran dengan arah atau tempat yang berbeda, yaitu aliran air bersih dan air asin terkontaminasi atau brine.

Pada tahap ini, terjadi proses penyaringan untuk menghalangi aliran garam menggunakan membran permeabel. Dengan demikian, terjadi pemisahan yang berasal dari air umpan.

4. Post-treatment Stabilization

Pada fase terakhir ini, terjadi penyesuaian kadar pH air sebelum akhirnya aliran tersebut pergi menuju sistem distribusi.

Multi Stage Flash pada Proses Desalinasi Air Laut

Proses desalinasi air laut dengan teknologi multi stage flash terjadi dengan cara memanaskan air laut sehingga menjadi uap air. Selanjutnya, uap tersebut akan didinginkan hingga menjadi titik-titik air tawar. Berikut adalah bagian-bagian dari teknologi ini untuk menghasilkan air bersih:

A. Pompa

Bagian ini berfungsi untuk memompa aliran berupa air laut sehingga akan menarik keluar air tawar dari hasil kondensasi di setiap tahapan.

B. Condenser

Condenser pada proses desalinasi air laut memiliki fungsi sebagai pendingin uap air tawar. Nah, bagian ini berisi uap air tawar yang berasal dari air laut yang sudah dipisahkan.

C. Brine Heater

Pada multi stage flash, brine heater memiliki fungsi untuk memanaskan umpan air laut sehingga muncul air tawar yang berubah wujud menjadi uap.

D. Pressure Reducer

Pressure reducer merupakan bagian yang berfungsi untuk menurunkan tekanan pada brine heater sehingga dapat mendidihkan air laut kurang dari titik didihnya.

E. Mist Separator

Mist separator berfungsi untuk memisahkan uap air tawar yang asalnya dari air laut. Pada bagian ini, air laut tersebut berasal dari pemanasan brine heater.

F. Vent Ejector

Bagian ini berisi vent ejector yang akan mengeluarkan steam dari penggunaan di brine heater.

Sudah Mengerti Proses Desalinasi Air Laut?

Proses desalinasi air laut memiliki manfaat untuk menghasilkan air bersih yang berasal dari laut. Akhirnya, semoga pembahasan ini bermanfaat untuk Anda dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang berasal dari air laut.