7 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Pencemaran Air

//
Home » News » 7 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Pencemaran Air

pencemaran air limbah

Air bersih merupakan kebutuhan penting dalam hidup manusia. Kendati demikian, akses dan ketersediannya di beberapa tempat masih sangat sulit karena kontaminasi yang disebabkan oleh pencemaran air. Polusi dari bahan kimia dan zat beracun lainnya telah berkontribusi untuk merusak kualitas air yang ada di alam, dan membuat banyak orang terjangkit penyakit serius. Tidak sedikit orang yang pernah menjadi korban penyakit yang disebabkan oleh pencemaran air, bahkan juga menderita setelah mengkonsumsi tumbuhan atau hewan yang hidup dengan air tercemar.

Guna mengedukasi sesama mengenai bahaya pencemaran air yang ada di alam bagi umat manusia, berikut ini adalah beberapa penyakit berbahaya yang disebabkan oleh pencemaran air.

  1. Kolera

Kolera adalah infeksi saluran usus serius yang disebabkan oleh bakteri bernama vibrio cholerae. Infeksi ini dapat mengakibatkan diare akut, dehidrasi, dan dalam kasus terburuk hingga kematian. Seseorang dapat terkena kolera apabila mencuci atau mengkonsumsi air yang terkontaminasi dengan bakteri tersebut. Bahkan di daerah yang sangat tercemar, hanya butuh satu orang saja yang terinfeksi kolera untuk menyebarkannya ke seluruh penduduk.

  1. Diare

Diare adalah penyakit yang menyebabkan seseorang buang air besar terus-menerus dengan feses yang berair. Penyakit ini merupakan manifestasi dari infeksi usus atau keracunan karena mengkonsumsi air yang telah terkontaminasi patogen dari kotoran hewan atau manusia. Dalam kebanyakan kasus, diare dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, virus, atau protozoa yang terbawa air. Meski sering disepelekan, namun faktanya diare yang parah bisa menyebabkan kematian pada bayi dan anak kecil.

  1. Tifus

Tifus adalah infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri bernama salmonella typhosa. Biasanya tifus dapat ditularkan dengan mencuci, mengkonsumsi, atau memakan buah dan sayur yang dicuci dengan air yang terkontaminasi. Gejala tifus termasuk mual, kehilangan nafsu makan, serta sakit kepala, dan penyakit ini mempengaruhi sekitar 12 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Baca Juga: Pengertian Instalasi Pengolahan Air Limbah

  1. Amebiasis

Sama seperti diare, amebiasis adalah salah satu penyakit paling umum yang disebabkan oleh polusi air. Seseorang dapat menderita penyakit ini dengan mengkonsumsi air yang terkontaminasi protozoa amoeba. Selain menginfeksi usus besar, amebiasis juga dapat menginfeksi hati. Gejala amebiasis termasuk diare ringan atau berat, terkadang juga feses disertai dengan lendir dan darah. Kemungkinan untuk tertular amebiasis akan meningkat sebagai akibat dari penggunaan air yang terkontaminasi oleh limbah, kebersihan air yang buruk, dan konsumsi air yang tidak diolah terlebih dahulu.

  1. Skistosomiasis

Skistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing skistosoma yang berkembang biak di dalam air, dan mereka dapat menembus kulit seseorang yang mencuci atau berenang di air tersebut. Begitu masuk ke dalam tubuh, cacing ini dapat menyebabkan infeksi dan kerusakan pada usus, kandung kemih, dan hati manusia. Beberapa jenis keong air tawar juga dapat membawa cacing skistosoma beserta telurnya.

  1. Kanker

Air yang tecemar oleh bahan kimia seperti MTBE (Methyl Tertiary Buthyl Ether) dan pelarut terklonisasi dapat meningkatkan resiko terkena kanker, terutama jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang. Bahan kimia berbahaya tersebut dapat merusak DNA yang menyebabkan tumor dan memicu kanker. Padahal hingga saat ini, kanker ini masih dianggap sebagai salah satu penyakit paling ganas yang telah merenggut nyawa banyak orang di seluruh dunia.

  1. Cacingan

Cacingan adalah penyakit yang dapat ditularkan saat seseorang meminum air yang terkontaminasi atau mengkonsumsi makanan yang dicuci oleh air tersebut. Jenis-jenis cacing parasit yang dapat menyerang manusia di antaranya adalah cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing gelang. Cacing tersebut bertanggung jawab atas pertumbuhan yang terhambat, anemia, dan kekurangan gizi, terutama pada anak-anak. Penyakit cacingan ini telah mempengaruhi sekitar 10% dari populasi manusia di dunia dengan mayoritas penderitanya adalah anak-anak.

Menurut data dari WHO, setidaknya ada dua miliar orang di seluruh dunia yang menggunakan sumber air minum yang telah terkontaminasi feses. Selain itu, pencemaran air juga diperkirakan telah menyebabkan 485.000 kematian akibat diare setiap tahunnya. Bagaimanapun, pencemaran air bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele karena hal tersebut dapat membawa kesengsaraan bagi manusia dan seluruh mahkluk hidup yang mengkonsumsinya.