Filter untuk Menurunkan TDS Air, Bagaimana Cara Kerjanya?

//
Home » News » Filter untuk Menurunkan TDS Air, Bagaimana Cara Kerjanya?

Salah satu indikator untuk melihat kelayakan konsumsi air adalah dengan melihat TDS. Jika nilai TDS tinggi, maka hal tersebut menandakan kualitas air yang buruk. Namun, jangan khawatir karena saat ini sudah ada banyak filter untuk menurunkan TDS air.

TDS sendiri merupakan singkatan dari Total Dissolved Solid. Ini merupakan istilah yang menunjukan jumlah padatan terlarut dalam sebuah air. TDS akan digambarkan dengan jumlah zat terlarut dalam Part per Million (PPM). Simak untuk mendapatkan penjelasan lengkapnya!

Apa itu TDS?

TDS (Total Dissolved Solid) adalah suatu hal yang menunjukan jumlah padatan terlarut atau konsentrasi jumlah kation (ion dengan muatan positif) dan anion (ion dengan muatan negatif) dalam air.

Secara sederhananya TDS ini akan menunjukan total zat terlarut dalam air. TDS sendiri akan disimbolkan dengan Part Per Million atau sama dengan miligram per Liter (mg/L). Kandungan total padatan ini sendiri bisanya berupa garam anorganik.

Sementara itu, padatan yang terlarut dalam air sendiri bisa berapa natrium klorida, kalsium bikarbonat, kalsium sulfat, dan magnesium bikarbonat. Secara umum jika nilai TDS naik, maka biasanya tingkat kesadahan air juga akan ikut naik.

Pengaruh TDS dalam Air

Banyak orang yang mencari filter untuk menurunkan TDS air, lalu pertanyaanya apa pengaruh TDS yang tinggi dalam air? Sederhananya, nilai TDS yang tinggi menandakan air tersebut tidak bisa Anda minum atau konsumsi.

Karena konsentrasi TDS yang terionisasi pada sebuah cairan bisa mempengaruhi konduktivitas listrik dari zat cair tersebut. Kandungan TDS sendiri biasanya disebabkan oleh bahan anorganik yang muncul di perairan.

Contohnya seperti air buangan rumah tangga yang mengandung molekul sabun, deterjen, dan surfaktan yang larut dalam air. Masalah lain yang juga ditimbulkan oleh air dengan kandungan TDS tinggi adalah masalah lingkungan. Air dengan TDS tinggi biasanya akan berdampak buruk untuk lingkungan sekitar.

Misalnya, pada daerah resapan, jika terlalu banyak air dengan TDS tinggi maka perlahan akan membuat pori-pori resapan tanah tersebut tertutup. Hal tersebut akan membuat daya resapan menjadi berkurang.

Selain itu, air dengan TDS tinggi juga dapat menimbulkan masalah jika ada dalam satu perairan luas. Karena dapat membuat sinar matahari tidak bisa tembus ke dalam air tersebut.

Sehingga akan berpengaruh pada makhluk hidup yang ada di sekitar perairan tersebut. Tanpa sinar matahari, maka tidak ada sirkulasi oksigen dan proses otosistensi juga tidak bisa terjadi.

Tidak hanya pada lingkungan, air dengan TDS tinggi juga bisa menimbulkan masalah kesehatan untuk manusia. Karena jika air tersebut masuk ke dalam tubuh, garam-garam yang terlarut akan menumpuk dan terakumulasi di ginjal.

Jika akumulasi tersebut berlangsung terus menerus, maka bisa mengganggu fungsi ginjal. Jika tidak ditangani dengan serius, hal ini juga bisa menjadi penyebab batu ginjal.

Filter untuk Menurunkan TDS Air

Filter tidak hanya akan menurunkan tingkat TDS, namun bisa membuatnya menjadi nol. Meski demikian, hal itu tergantung dari angka TDS pada air baku. Jika angka TDS sudah sangat tinggi, biasanya untuk membuat menjadi nol butuh beberapa filter yang dikombinasikan. Berikut adalah beberapa filter untuk menurunkan TDS air:

1. Reverse Osmosis

Filter untuk menurunkan TDS air pertama adalah dengan menggunakan reverse osmosis. Cara kerjanya adalah dengan memberikan tekanan pada air hingga menembus membran semipermeabel yang hanya bisa dilalui molekul air tanpa ada kontaminasi dari partikel lain.

Sistem ini sendiri akan menggunakan mesin RO. Nantinya, sistem ini akan bekerja dengan menghilangkan sedimen dan klorin dari air dengan menggunakan pre filter sebelum masuk ke membran semipermeabel untuk menghilangkan padatan terlarut.

Ini merupakan cara filterisasi yang paling banyak penggunanya saat ini, terutama pada industri air minum.

2. Proses Distilasi

Cara ataupun filter untuk menurunkan TDS air lainnya adalah dengan menggunakan proses distilasi. Metode ini juga dikenal dengan nama penyulingan. Pada dasarnya, cara kerja dari metode ini adalah memanfaatkan perbedaan titik didih untuk memisahkan campuran yang ada pada zat cair.

Pada implementasinya, proses distilasi air demineralisasi ini akan mendidihkan air dengan TDS tinggi dan mencari uap dari air tersebut. Uap air tersebut nantinya akan menuju ke ruang pendinginan dan akan terkondensasi menjadi air kembali.

Air hasil kondensasi inilah yang nantinya akan menjadi air layak konsumsi dengan tingkat TDS nol. Dalam prakteknya juga, cara ini bisa Anda gunakan untuk mencari air murni atau memisahkan air dari benda lain.

Lalu, kemanakah sisa polutan yang menyebabkan TDS air tinggi? Jawabannya ada pada proses penguapan yang menyebabkan polutan tersebut akan tertinggal. Hal tersebut dapat terjadi karena benda padat tidak menguap saat proses penguapan air.

3. Water Softener Filter

Filter lainnya adalah water softener, beberapa orang menyebut cara ini dengan metode pelunakan air. Hal tersebut karena air yang mengandung banyak magnesium, kalsium, dan ion lainnya termasuk kategori air keras.

Metode ini sendiri akan menyaring tingkat kesadahan pada air. Water softener filter akan menyerap kadar ataupun kandungan kapur, magnesium, kalsium dan ion lainnya. Penyerapan ini sendiri akan terjadi dalam sebuah tabung yang terdapat resin kation di bagian dalamnya.

4. Deionization

Metode lainnya yang juga bisa menjadi filter untuk menurunkan TDS air adalah deionization. Metode ini akan membagi ion yang ada di dalam air dan membuat tingkat TDS menurun, karena polutan yang ikut terpisah.

Cara kerja dari metode ini adalah dengan mengalirkan air ke antara elektroda positif dan negatif. Nantinya, membran penyeleksi ion akan membuat ion-ion yang ada dalam air terlepas.

Ion positif akan menuju elektroda negatif dan begitu juga sebaliknya. Proses ini akan terjadi terus menerus sampai kadar TDS dalam air menurun.

Apakah TDS Nol Menjadi Indikator Air Layak Minum?

TDS merupakan salah satu indikator yang bisa menunjukan apakah air tersebut layak konsumsi atau tidak. Namun, TDS sendiri bukan satu-satunya indikator yang menunjukan hal tersebut.

Beberapa parameter lainnya yang juga diperlukan untuk menunjukan air sudah layak minum. Contohnya adalah pH, kejernihan air, bebas bakteri, dan lainnya. Penentuan apakah air layak minum atau tidak membutuhkan beberapa pengujian lain.

Namun setidaknya, pengukuran TDS ini akan menunjukan jika di dalam air tersebut tidak ada kandungan yang bisa membahayakan lingkungan dan tubuh. Penggunaan filter penurun TDS ini juga akan berguna untuk menciptakan air yang lebih bersih.

Jadi, TDS merupakan salah satu tahapan untuk menciptakan air yang layak konsumsi atau setidaknya bisa Anda gunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak mencemari lingkungan.

Sudah Tahu Apa Saja Filter untuk Menurunkan TDS Air?

Itulah penjelasan mengenai apa itu TDS, pengaruhnya, hingga jenis-jenis filternya. Sekarang Anda sudah tahu mengapa Anda membutuhkan filter untuk menurunkan TDS air. Karena tanpa filter, Anda tidak bisa mengonsumsi air tersebut. Semoga informasi di atas bermanfaat!