Kualitas sumber air minum kemasan

Seberapa penting penentuan kualitas dan kuantitas sumber air yang kita miliki ?

Kualitas dan kuantitas dari sumber air minum kemasan menjadi faktor yang paling penting pada saat kita ingin membangun bisnis ini. Hal utama yang kami sarankan kepada setiap pengusaha yang akan memulai bisnis ini adalah melakukan pengecekan terhadap bahan baku air yang akan digunakan untuk proses produksi di pabrik.

Kualitas sumber air kemasan

Semakin baik untuk kualitas bahan baku yang digunakan, maka akan semakin sederhana pula mesin pengolahan atau mesin filtrasi yang akan dipakai. Secara tidak langsung, biaya produksi akan lebih rendah. Dengan dicapainya biaya produksi yang rendah, maka perusahaan akan memiliki keunggulan untuk dapat bersaing di pasaran.

Pada Pabrik air minum kemasan, Air baku yang melewati proses produksi akan dikemas dan dikonsumsi oleh pelanggan. Sehingga kualitas dari air yang di olah tersebut harus yang terbaik. Oleh karena itu, Faktor utama yang paling penting menurut kami adalah Sumber air tersebut.

Faktor utama yang akan menentukan apakah sumber air layak di pakai lebih lanjut atau tidak, adalah:

1. Kualitas Sumber Air minum

Kualitas air yang di uji haruslah memenuhi standar dari Peraturan Menteri Kesehatan nomor : 492/MENKES/PER/IV/2010 tertanggal 19 April 2010 menetapkan persyaratan kualitas air minum dengan pertimbangan agar air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat tidak menimbulkan gangguan Kesehatan.

Pengujian untuk air sumber sangat penting untuk dilakukan agar kita dapat mengetahui bagaimana kondisi dari air yang akan digunakan. Gunakan jasa / layanan instansi yang terpercaya yang sudah memiliki akreditasi KAN untuk menghindari kesalahan pengujian.

2. Kuantitas Sumber Air

Ketersediaan sumber air merupakan hal yang harus diperhatikan, dengan persediaan yang cukup dan berkesinambungan, maka kita dapat memastikan pabrik tetap dapat beroperasional dalam jangka waktu yang panjang.


Pengujian kuantitas sumber air dapat dilakukan dengan berberapa cara, antara lain :

  • Pengumpulan data secara manual

Pencarian data dapat dilakukan dari lingkungan sekitar dengan cara menanyakan informasi seputar kondisi sumber mata air daerah sekitar, apakah debit dan kuantitasnya pernah mengalami penurunan ataupun kering. Lakukan pengumpulan data sebanyak mungkin untuk mendapatkan data yang akurat.

  • Melakukan pengujian dengan Geolistik

Uji Geolistrik adalah salah satu metode geofisika yang digunakan untuk mencari informasi mengenai sifat-sifat kelistrikan lapisan batu di bawah tanah. Hal tersebut dilakukan dengan cara memberikan atau menginjeksikan arus listrik kedalam tanah, kemudian dari listrik yang di suntikkan tersebut, akan terbaca data di alat yang kita pakai. Air tanah keberadaannya sangatnya spesifik.

Dan tidak semua lokasi memiliki air tanah. Keberadaan air sangat bergantung pada keadaan geologi tanah tersebut (Lapisan pembawa air atau lapisan kedap air). Untuk mengetahui keberadaan air tanah tersebut maka kita perlu melakukan observasi lebih dalam mengentai kondisi lapisan geologi tanah tersebut. Dengan melakukan uji geolistik, maka kita dapat mengetahui kuantitas dari sumber air yang kita miliki.


Baca :

  1. Penjelasan umum Pabrik air minum dalam kemasan.
  2. Investasi / modal usaha untuk membangun pabrik amdk.
  3. Desain ruangan pabrik air minum amdk.
  4. Perilaku dan Budaya konsumen dalam membeli air minum dalam kemasan.
  5. Strategi pemasaran air minum kemasan.
  6. Pentingnya Analisis pesaing air minum kemasan.
  7. Cara membuat studi kelayakan bisnis air kemasan.
  8. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola manajemen pabrik amdk.
  9. Apa penyebab pabrik air minum bangkrut ? Kenali penyebabnya.
  10. Biaya produksi air minum kemasan gelas, botol dan gallon.
  11. Izin usaha pabrik air minum kemasan.
  12. Jenis-jenis air minum kemasan.
  13. Cara menentukan lokasi pabrik air minum yang ideal
  14. Target pangsa pasar air minum kemasan.
  15. Peralatan laboraturium pabrik air kemasan.
  16. Proposal bisnis usaha air minum kemasan.
You cannot copy content of this page